nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wajah Dolly Kini Setelah Tak Ada Lagi Remang-Remang Dunia Malam

Hari Tambayong, Jurnalis · Senin 15 Februari 2016 19:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 02 15 519 1312341 wajah-dolly-kini-setelah-tak-ada-lagi-remang-remang-dunia-malam-LguXlWY1y3.jpg Ilustrasi, saat penertiban Lokalisasi Dolly oleh Pemkot Surabaya

SURABAYA - Hampir dua tahun sudah lokalisasi terbesar di Asia Tenggara tak beroperasi. Kini, wajah Dolly telah berubah total. Banyak wisma ditinggal oleh pemiliknya. Ada juga wisma yang berubah fungsi menjadi tempat usaha.

Setahun delapan bulan sudah -sejak Juni 2014- Lokalisasi Dolly resmi ditutup oleh Pemerintah Kota Surabaya. Hampir 3.000 pekerja seks komersial (PSK) diminta berhenti, dengan kompensasi dana bantuan sebesar Rp5 juta.

Wisma Dolly yang didirikan oleh perempuan Belanda bernama Dolly Van der Mart pada 1967, banyak yang ditinggal pemiliknya. Sementara mereka yang bertahan, mengubah wisma menjadi tempat usaha seperti kosan, warung, dan laundry.

Sementara salah satu wisma terbesar yakni Wisma Barbara yang telah dibeli oleh Pemkot Surabaya, kini menjadi tempat pelatihan dan tempat usaha bersama bagi warga terdampak penutupan.

Dengan banyaknya pelatihan dan pemberdayaan warga setempat oleh Pemkot Surabaya, kini warga mampu memproduksi berbagai bahan industri. “Di antaranya sepatu, batik, ada yang buka usaha sablon, serta berbagai kegiatan yang dapat mendongkrak perekonomian warga,” ujar Camat Sawahan Surabaya.

Agar usaha tetap jalan, Pemkot Surabaya juga membantu memasarkan barang-barang yang dihasilkan warga. “Ini agar roda perekonomian di eks Lokalosasi Dolly tetap jalan,” pungkasnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini