nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TOPKAMPUS: Pembuat Batu Bata Jadi Mahasiswa Berprestasi

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis · Selasa 16 Februari 2016 19:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 02 16 65 1313793 topkampus-pembuat-batu-bata-jadi-mahasiswa-berprestasi-qJpZayFEn8.jpg Mahasiswa UNY Ettikasari. (Foto: dok. UNY)

JAKARTA - Tangan Ettikasari kecil terbiasa berlumur tanah liat basah, bahan baku pembuat batu bata. Kegiatan ini rutin dijalaninya hingga tiba masanya Tika, demikian dia biasa disapa, harus meneruskan studi di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

"Setelah kuliah, saya hanya bisa membantu orangtua saat libur di rumah," kata Tika, seperti dinukil dari laman UNY, Selasa (16/2/2016).

Gadis berjilbab ini sempat memendam keinginan kuliah lantaran kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan. Sang ayah, Suripto dan sang ibu, Sarmini hanya bekerja sebagai pembuat batu bata.

Penghasilan mereka hanya Rp500 ribu untuk 1.000 batu bata yang telah melalui proses pembakaran. Jika dijual tanpa dibakar, maka keduanya hanya dapat mengantongi uang Rp250 ribu per 1.000 buah batu bata. Penghasilan itu harus dipotong Rp150 ribu untuk modal membeli satu bak pikap tanah liat.

Menurut Sarmini, Tika pernah mengungkapkan keinginannya kuliah saat duduk di kelas 2 SMK. "Saya bingung saat itu karena keterbatasan ekonomi, namun suami saya mendorong keinginan Tika untuk kuliah. Alhamdulillah dia berhasil mendapatkan bidikmisi," tutur Sarmini.

Meski di tengah keterbatasan, Tika tidak lupa mencetak prestasi akademis. Sejak di sekolah dasar, Tika selalu mengantongi peringkat pertama di kelas. Prestasi Tika tidak surut selama menjadi murid di SMKN 1 Klaten.

"Saya mendapat beasiswa dari Titian Foundation, dan salah satu alumninya memotivasi agar saya melanjutkan kuliah, bahkan dibiayai untuk ikut bimbingan belajar. Saya juga didorong untuk mendaftar kuliah dan berupaya mendapatkan beasiswa bidikmisi," papar gadis kelahiran Klaten, 23 Desember 1994 itu.

Memilih program studi Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan UNY, Tika tidak menyia-nyiakan kesempatannya meraih ilmu. Di kampus, dia rajin menorehkan berbagai prestasi. Nilai IPK-nya mencapai 3,71. Tika juga aktif dalam UKM Penelitian UNY dan Himpunan Mahasiswa Administrasi Pendidikan FIP UNY.

"Buat saya, aktif di kegiatan kemahasiswaan itu mengasyikkan, karena ada tantangannya. Seperti manajemen waktu, membuat prioritas mana hal yang harus dikerjakan lebih dahulu, dan sebagainya," imbuh juara II Mahasiswa Berprestasi Tingkat Jurusan pada 2014 dan 2015 itu.

Saat ini, Tika sedang bersiap mengikuti Program Pengalaman Lapangan (PPL) di Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) serta mempersiapkan skripsi. Tidak lama lagi, gadis pembuat batu bata itu pun akan meraih gelar sarjana.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini