nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemnaker - UT Fasilitasi Kuliah Jarak Jauh TKI

ant, Jurnalis · Senin 22 Februari 2016 19:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 02 22 65 1318479 kemnaker-ut-fasilitasi-kuliah-jarak-jauh-tki-w8QLAcYDuA.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Universitas Terbuka (UT) memberikan layanan sistem pendidikan jarak jauh bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Layanan ini juga terbuka bagi peserta magang serta pekerja/buruh di kawasan industri seluruh Indonesia.

"Ini merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk menyediakan fasilitas pendidikan kepada TKI di luar negeri, peserta magang dan pekerja/buruh agar mereka terbantu dalam meningkatkan mutu, kapasitas dan daya saingnya," kata Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan Abdul Wahab Bangkona usai menandatangani nota kerjasama dengan Rektor Universitas Terbuka (UT) Tian Belawati di Jakarta, Senin (22/2/2016).

Kerjasama itu diharapkan dapat meningkatkan mutu, kapasitas dan daya saing para pekerja Indonesia yang berada di dalam maupun luar negeri. Dengan begitu, taraf pendidikan dan kesejahteraan mereka dapat meningkat.

Abdul Wahab mengatakan, layanan Sistem Pendidikan Jarak Jauh yang disediakan oleh Kemnaker dan Universitas Terbuka itu dapat menguntungkan bagi TKI di luar negeri, peserta magang dan pekerja/buruh.

"Layanan kuliah jarak jauh dapat dimanfatkan secara secara optimal karena mereka dapat kuliah dengan biaya yang sangat terjangkau tanpa mengganggu jadwal dan kesibukan mereka saat bekerja," imbuhnya.

Para TKI dan peserta magang yang sedang bekerja di luar negeri tidak perlu khawatir terputus kuliah. Abdul Wahab menjamin,setelah selesai masa kontrak kerja, mereka dapat melanjutkan kuliah kembali di Indonesia.

"Kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih baik bagi TKI di luar negeri merupakan bagian dari penguatan kemampuan individu. Pendidikan juga akan meningkatkan kemampuan untuk melindungi diri bagi para TKI, karena pendidikan memungkinkan TKI untuk lebih mengerti hak dan kewajiban mereka sehari-hari dalam rangka bekerja," paparnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan yang lebih baik, Abdul Wahab berharap, TKI maupun pekerja/buruh bisa mendapatkan akses kerja dan kesejahteraan yang lebih baik.

Rektor UT Tian Belawati menambahkan hingga saat ini ada 3.000 mahasiswa TKI di luar negeri, sedangkan jumlah yang baru mendaftar 2.000 mahasiswa. Mahasiswa tersebut berasal dari negara penempatan TKI seperti Hongkong, Korea Selatan, Malaysia dan Hongkong.

(rfa)

Berita Terkait

Universitas Terbuka (UT)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini