nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Puluhan Fosil Hewan Purba Ditemukan di Sragen

Bramantyo, Jurnalis · Selasa 23 Februari 2016 16:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 02 23 512 1319358 puluhan-fosil-hewan-purba-ditemukan-di-sragen-4es7pOO7LU.JPG

SRAGEN - Puluhan fosil hewan purba yang terpendam di Dusun Grogolan, Desa Manyarejo, Kecamatan Plupuh, Sragen, Jawa Tengah, berhasil diangkat dari dalam tanah Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran.

Tak hanya fosil berbagai ukuran saja yang berhasil diangkat, BPSMP pun berhasil mengangkat bebatuan purba dalam berbagai ukuran yang berada disatu lokasi.

Fosil purba yang ditemukan itu adalah stegodon trigonocephalus atau gajah purba, kerbau purba, rusa purba dan kura-kura purba.

Sukardi (55) warga setempatlah yang pertama kali menemukan fosil-fosil tersebut. Saat itu Sukardi, mengaku tengah menggali pasir di halaman depan rumah. Pada saat menggali itulah pacul yang digunakan menyentuh sebuah benda.

"Kulo pas niku nembe macul pasir. Tiba-tiba pacul kulo menyentuh benda. Sewaktu tak tiliki,koyok tulang dan terus tak resiki kok dowo banget, (saya waktu itu tengah menggali pasir. Tiba-tiba pacul saya menyentuh benda. Seketika saya lihat, seperti tulang dan terus saya bersihkan kok panjang sekali," papar Sukardi saat ditemui wartawan di Sragen, Jawa Tengah, Selasa (23/2/2016).

Setelah meyakini bila yang ditemukan tersebut sebuah tulang, Sukardi pun langsung melaporkannya pada BPSMP Sangiran.

Salah satu petugas BPSMP Sangiran Albertus Niko Suko Dwiyanto yang memimpin penyelamatan fosil tersebut mengatakan, setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung melakukan penggalian. Penggalian itupun dilakukan selama enam hari.

Dari hasil eskavasi yang dilakukan, ada empat jenis binatang purba yang ditemukan, Yakni gajah jenis stegodon, kerbau, rusa dan kura-kura. "Dari fosil gajah ada kepala dan giginya, dari rusa ada tanduknya dari kerbau ada giginya serta fragmen tempurung kura-kura," jelas Niko ketika ditemui di lokasi penemuan fosil.

Diperkirakan, binatang-binatang itu hidup pada 250 ribu tahun-700 ribu tahun yang lalu, tapi untuk kepastiannya masih dilakukan penelitian lebih lanjut.

Menurut Niko, temuan fosil kali ini bisa menunjukan bila saat jaman purba, hewan-hewan purba ini bisa berkumpul dalam satu lokasi. "Ini menarik karena ada beberapa jenis binatang yang bisa berkumpul di satu tempat. Selain bisa berkumpul, di lokasi penemuan fosil juga ditemukan berbagai jenis batuan termasuk batu pumis yang berasal dari gunung api,"ungkapnya.

Nico menambahkan ada dua penjelasan mengapa hewan-hewan purba ini bisa berkumpul dalam satu tempat. Kemungkinan pertama, hewan-heman purba ini sengaja dibuang oleh manusia purba. Karena memang hewan-hewan ini merupakan makanan manusia purba.

Kemungkinan kedua, hewan-hewan purba ini terseret terseret aliran sungai purba di jaman dahulu. Meski bisa menemukan fosil hewan purba dalam satu lokasi, namun Nico mengatakan bila temuan ini bukan yang terbesar.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini