China Singkirkan Sinetron tentang Homoseksual

ant, · Rabu 24 Februari 2016 16:35 WIB
https: img.okezone.com content 2016 02 24 18 1320254 china-singkirkan-sinetron-tentang-homoseksual-IrqSxcLbUz.jpg China menghentikan tayangan sinetron "Addiction" yang bercerita tentang homoseksual (Foto: Free Malaysia Today)

BEIJING - Sinetron bertema homoseksual dihapus dari laman video China. Keputusan tersebut membuat penggemar marah dan mengecam sensor yang dilakukan oleh pemimpin partai Komunis. Sinetron 15 episode berjudul "Addiction" yang menayangkan kisah cinta dua remaja pria itu kini tidak dapat ditayangkan di aplikasi video dari telepon saku Xiaomi

Sinetron yang mulai ditayangkan pada akhir Januari itu telah berlangsung 12 episode. Seperti diwartakan AFP, Rabu (24/2/2016) Global Times menyebut sinetron itu kini tidak lagi dapat ditonton dari sejumlah laman, seperti, w.qq.com dan iqiyi.com, sejak Senin 22 Februari. "Global Times" sendiri diketahui dekat dengan "Harian Rakyat", surat kabar milik Partai Komunis China.

"Tidak ada alasan. Itu hasil dari lingkungan lebih luas," ujar penulis dan produser serial itu, yang menggunakan nama samaran Chaijidan, kata laman berita ifeng.com pada Selasa 23 Februari.

Pihak berwenang Komunis mempertahankan kuasa ketat atas penerbitan, percetakan, dan media berjaringan. Mereka juga membatasi akses terhadap laman luar negeri dengan jaringan kendali yang disebut dengan Tembok Api Tinggi China atau Chinese Firewall.

China mulai menyingkirkan aksi kriminal terhadap homoseksual sejak 1997. Namun, perilaku konservatif masih marak dengan adanya sejumlah diskriminasi, meskipun adanya toleransi di sejumlah kota besar.

Sebuah film dengan tokoh homoseksual sempat disetujui untuk tayang di bioskop. Sutradara film sempat menyebutnya sebagai sebuah langkah besar. Namun hingga saat ini film tersebut belum tayang di layar lebar

Kantor Urusan Pers, Publikasi, Radio, Film dan Televisi Beijing (SAPPRFT) mengaku tidak pernah mengeluarkan daftar tentang apa yang dapat atau tidak dapat disinggung. Namun, gambaran negatif dari politik kontemporer seringkali dilarang, karena isinya mungkin dianggap tidak sehat secara moral dan menyatakan bahwa pihak berwenang percaya akan dapat menyebabkan kekacauan sosial.

Belum ada pengumuman resmi terkait penyingkiran serial "Addiction". Namun, "Global Times" mengatakan para pengguna internet China berspekulasi bahwa tema homoseksual dan dialog yang eksplisit kemungkinan menjadi penyebabnya disingkirkannya sinetron tersebut.

Dalam jajak pendapat di dunia maya dari Komite bagi Kebaikan Pemuda dan Remaja Chengdu, yang merupakan organisasi yang didukung oleh pemerintah, menunjukkan lebih dari 93 persen dari 200.000 orang menyatakan ketidaksetujuan mereka atas penyingkiran tersebut.

"Keputusan SAPPRFT itu terlalu berlebihan. Apakah itu diperlukan? Itu sangat tidak populer," kata seorang pengguna jejaring sosial Weibo.

Pelarangan konten itu menjadi kejadian yang terbaru dalam hilangnya sebuah konten online, setelah sebuah sinetron dengan unsur waria yang berjudul "Go Princess Go". Serial tersebut bercerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalu untuk mengambil alih sebuah badan milik seorang puteri, yang pertama kali merayu wanita lain sebelum jatuh cinta dengan seorang pangeran.

Produser eksekutif sinetron itu, Gan Wei, mengatakan para pembuatnya berinisiatif untuk menyingkirkan sendiri setelah mempertimbangkan saran dari sejumlah pihak. Chaijidan mengatakan bahwa proses rekaman untuk sekuel serial “Addiction” tidak akan terpengaruh oleh larangan itu dan diperkirakan akan dimulai pada Mei 2016.

Beberapa pengguna menyalahkan pelarangan tersebut kepada pihak pemasaran serial tersebut yang menayangkan potongan adegan yang seharusnya dihapus, serta nama kedua karakter utama yang jika digabungkan akan membentuk kata "heroin".

"Ketika produser memilih jalur pemasaran yang demikian, mereka benar-benar harus siap jika serial tersebut disingkirkan," kata pengguna laman Weibo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini