nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TOPKAMPUS: Cerita Menristekdikti Tampung Mahasiswa Bidikmisi di Rumah

Iradhatie Wurinanda, Jurnalis · Kamis 25 Februari 2016 19:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 02 25 65 1321354 topkampus-cerita-menristekdikti-tampung-mahasiswa-bidikmisi-di-rumah-lkEZZUQdKT.jpg Menristekdikti M Nasir. (Foto: Arif Julianto/Okezone)

MAKASSAR - Ngekos saat kuliah sudah menjadi ciri khas semua mahasiswa rantau. Lokasi dekat kampus, fasilitas memadai dan harga terjangkau menjadi beberapa faktor penentu pilihan rumah kos. Namun, bagaimana ya rasanya jika selama kuliah berkesempatan ngekos di kediaman pejabat negara selevel menteri?

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir menceritakan, dia rutin memberikan tempat bagi mahasiswa bidikmisi yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Dipenogoro (Undip). Saat ini, setidaknya ada lima mahasiswa tinggal di kediamannya yang berada di daerah Tembalang, Semarang.

"Di rumah, saya menampung anak bidikmisi, ada lima orang. Rumah saya hanya untuk anak bidikmisi, mereka tidak perlu membayar sewa. Gratis," ujarnya saat berbincang dengan Okezone di Makassar, baru-baru ini.

Sebelum menjadi menteri, Nasir memang tinggal di sekitar Undip. Pria yang sempat didapuk menjadi Rektor terpilih Undip itu mengungkapkan, jarak antara rumahnya dan kampus hanya sekira dua kilometer. Kini, meski lebih banyak beraktivitas di Jakarta, dia tetap konsisten memberi tempat tinggal bagi para penerima beasiswa bidikmisi.

"Di rumah saya mereka bisa makan dan tinggal gratis. Kebetulan juga ada beberapa kendaraan dan sepeda yang bisa mereka gunakan. Selain itu, terdapat juga fasilitas internet. Bagi saya, yang penting mereka semangat kuliah dan pintar," tuturnya.

Nasir mengatakan, tak ada seleksi khusus soal mahasiswa bidikmisi yang bisa tinggal di rumahnya. Secara umum, mereka yang tinggal adalah mahasiswa perempuan.

"Tidak ada yang khusus, asal bidikmisi ya sudah masuk. Kalau sudah penuh, ya sudah, mau bagaimana lagi," terangnya.

Dengan tinggal di rumahnya, para mahasiswa tidak perlu memikirkan masalah biaya hidup dan fokus dengan kuliah. Nasir menuturkan, salah satu mahasiswa yang pernah tinggal di kediamannya saat itu mendapatkan IPK 3,45. Setelah lulus, dia memilih bekerja, namun ternyata juga diterima S-2 di Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Akhirnya dia memilih lanjut kuliah. Luar biasa, IPK-nya mencapai 3,92. Ini membuktikan anak bidikmisi itu brilian. Artinya, anak-anak tersebut harus diafirmasi supaya lepas dari kesulitan. Itulah salah satu misinya," imbuh Nasir.

Dia menambahkan, selama ini mahasiswa yang tinggal di rumahnya cukup merasa nyaman dan betah. Saat ada waktu pulang ke Semarang, Nasir juga kerap menyempatkan waktu untuk makan bersama.

"Yang tinggal di rumah itu ada yang dari Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan Cilegon. Kalau jurusannya beda-beda. Mereka mengaku betah tinggal di rumah itu," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini