nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TOPKAMPUS: Sakit, 103 Kampus Pilih Tutup

Iradhatie Wurinanda, Jurnalis · Jum'at 26 Februari 2016 19:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 02 26 65 1322312 topkampus-sakit-103-kampus-pilih-tutup-AKpYpD1dAT.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Ratusan perguruan tinggi swasta (PTS) memilih mengibarkan bendera putih kepada Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti). Ke-103 kampus swasta ini meminta ditutup izin operasionalnya karena tidak mampu menyelesaikan berbagai masalah yang menimpa mereka.

Di antara masalah tersebut adlaah ketiadaan mahasiswa, konflik yayasan, pembukaan kelas jauh, kekurangan dosen, dan masih banyak lagi.

Ketua Umum Asosiasi Badan Penyelenggara-Perguruan Tinggi Swasta (ABP-PTSI), Prof Dr Thomas Suyatno mengatakan, 103 kampus yang ditutup memang sudah mengalami berbagai masalah yang sulit untuk diselesaikan. Menurut dia, penutupan menjadi langkah terakhir ketimbang menjadi beban bagi kampus terkait

"Kesehatan suatu kampus dinilai dari sembilan hal. Nah, yang ditutup ini sakitnya sudah tujuh, sedangkan dua sisanya juga sulit untuk dikembangkan lagi," terangnya di Universitas Yarsi, Jakarta, belum lama ini.

Prof Thomas mengungkapkan, pihaknya sudah ikhlas jika kampus-kampus tersebut dicabut izinnya. Pasalnya, memang sudah terlalu sulit untuk dipertahankan.

"Sembilan penyakit tersebut mencakup konflik internal dan eksternal, pengesahan yayasan oleh Kumham, kelas jarak jauh tanpa izin, rasio dosen dan mahasiswa, jumlah dosen tetap, sarana dan prasarana kampus, masalah proses belajar mengajar, terkait pengisian PD Dikti, serta terakhir masalah manajemen di dalam kampus," paparnya.

Kendati demikian, Prof Thomas beserta ABP-PTSI mendukung upaya Kemristekdikti melakukan pembinaan terhadap kampus bermasalah. Bahkan dia turut mengapresiasi Menristekdikti, Mohamad Nasir yang mau memberi waktu kepada kampus bermasalah hingga 30 Juli 2016 untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di kampus bersangkutan.

"Saya sebagai ketua umum ABP-PTSI dilibatkan dalam penutupan, penonaktifan, sampai pembinaan perguruan tinggi swasta. Anggota kami di daerah juga dilibatkan karena mengetahui secara langsung kondisi di lapangan. Ratusan kampus berpotensi sulit dipertahankan, tetapi kami meminta menteri untuk memberi waktu, dan akhirnya disetujui hingga pertengahan tahun ini," tandasnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini