nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswi IPB Beri Kado Umrah ke Pedagang Asongan Ini

Iradhatie Wurinanda, Jurnalis · Selasa 01 Maret 2016 11:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 03 01 65 1324638 mahasiswi-ipb-beri-kado-umrah-ke-pedagang-asongan-ini-mYY9UInTqY.jpg Roger (berbaju hijau) beserta tim mahasiswa IPB yang membantunya memberangkatkan umrah. (Foto: Roger's Team/KitaBisa)

JAKARTA - Umrah merupakan ibadah impian setiap umat Islam di dunia. Sayangnya, tak semua orang beruntung mendapatkan kesempatan tersebut. Biaya yang cukup besar menjadi salah satu kendala, terutama bagi mereka yang hidup serba pas-pasan.

Berangkat dari situ, seorang mahasiswi Institut Pertanian Bogor (IPB), Tasya Amanda tergerak ingin membantu seorang pedangan asongan di kampus untuk mewujudkan keinginannya berkunjung ke Tanah Suci. Pasalnya, sang pedagang yang bernama Cecep Hidyatullah atau akrab disapa Roger itu merupakan sosok yang taat agama, pekerja keras, dan sering memberikan nasihat positif kepadanya.

"Aku melihat Roger sosok yang religius dan suka membagi ilmu agama yang beliau punya. Roger suka memberi saran untuk pergi haji kalo ada rezeki, jangan kebanyakan mikirin dunia," ujar Tasya dihubungi Okezone, belum lama ini.

Mahasiswi Departemen Agribisnis itu mengungkapkan, alasan tersebut membuatnya memiliki niat untuk membantu Roger. Terlebih, pria berusia 47 tahun tersebut memiliki kondisi ekonomi yang kurang mampu lantaran sehari-hari hanya mengandalkan berjualan pulsa elektrik, vitamin, permen, serta pulpen selama masa ujian di kampus.

"Hampir semua mahasiswa IPB yang kuliah di kampus Dramaga tahu Roger. Dia ramah banget, dan hebat bisa hafal nama banyak mahasiswa. Beliau sendiri sudah berdagang di IPB sejak 2003," ucapnya.

Singkat cerita, Tasya mengirimkan e-mail kepada tim Kitabisa yang menjadi wadah berbagai bentuk penggalangan dana online. Tak disangka, Tasya mendapat balasan sehari kemudian. Dari situ, gadis yang sempat aktif di kegiatan BEM fakultas itu mulai melancarkan aksinya untuk menggalang dana.

"Besoknya langsung wawancara Roger. Beliau sempat bingung, tapi aku bilangnya untuk tugas. Soalnya kalau dikasih tahu langsung takut enggak kesampaian. Setelah membuat bahan kampanyenya, akhirnya Jumat kemarin mulai live campaign," paparnya.

Dalam waktu kurang dari 24 jam, ucap Tasya, dana yang terkumpul mencapai Rp30 juta. Kini, dana yang terkumpul bahkan sudah lebih dari Rp114 juta dari target Rp40 juta. Padahal, waktu penggalangan dana masih tersisa sembilan hari lagi.

"Kemarin sudah dibicarakan ke Roger. Beliau mau sisanya untuk modal usaha tetapi masih dipikirkan usahanya apa. dan juga untuk tabungan haji, Insya Allah," tuturnya.

Tasya mengaku, penggalangan dana untuk mengumrahkan Roger mendapatkan respons yang sangat luar biasa dari berbagai pihak, bahkan dari luar civitas akademika IPB. Menurut dia, promosi melalui media sosial juga memberi pengaruh tersendiri hingga membuat beberapa dosen IPB mengetahui aksi tersebut. Bahkan Tasya sampai membuat tim yang diberi nama Roger's Team untuk membantu mewujudkan mimpi Roger.

Hasil sementara penggalangan dana tersebut pun sudah disampaikan oleh Roger's Team dengan langsung mengunjungi kediamannya di kawasan Cibanteng, Bogor. Alhasil, pria yang dahulu sempat menjadi pegawai cleaning service selama delapan tahun itu merasa kaget dan bingung.

"Kemarin banyak orang yang ngucapin selamat ke Roger pas ketemu di musala. Katenye Roger mau berangkat umrah. Itu maksudnya begimane sih?” jelas Roger sebagaimana dikutip dari Roger's Team.

Dengan keberhasilan penggalangan dana tersebut, Tasya dan timnya pun merasa terpanggil melakukan aksi serupa untuk orang lain. Bahkan Tasya berencana untuk membantu anak-anak marginal di pinggiran. Kendati demikian, dalam waktu dekat ini belum ada sasaran pasti untuk aksi berikutnya.

"Aku senang kalau bisa berbagi dengan orang lain. Rasanya bahagianya ikut nular ke kita. Harapannya aksi ini bisa dilakukan juga oleh para anak muda untuk membantu orang lain di luar sana. Kalau dilihat memang ribet, tapi ternyata seru. Dan sekarang melakukan aksi seperti ini tidak susah karena kekuatan media sosial itu dahsyat sekali," pungkasnya.

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini