Share

Jepang Tangguhkan Pekerjaan Relokasi Pangkalan AS di Okinawa

ant, · Sabtu 05 Maret 2016 20:27 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 05 18 1328611 jepang-tangguhkan-pekerjaan-relokasi-pangkalan-as-di-okinawa-bGfakiSNFH.jpg Foto masyarakat Jepang yang memprotes relokasi angkata militer AS di Okinawa. (Foto: Reuters)

TOKYO - Pemerintah Jepang mengatakan pihaknya telah menerima rencana penyelesaian yang dimediasi pengadilan untuk menghentikan pekerjaan konstruksi terkait dengan pemindahan pangkalan udara Amerika Serikat (AS) di Okinawa. Pernyataan tersebut diungkapkan pada Jumat 5 Maret 2016.

Pemerintah juga akan melanjutkan pembicaraan dengan otoritas setempat yang menginginkan pangkalan dipindahkan dari pulau itu.

Pemerintah di Tokyo dan otoritas di pulau selatan Okinawa, telah lama berselisih terkait pemindahan pangkalan udara Angkatan Laut AS Futenma, yang terletak di daerah perkotaan di pulau tersebut.

Sebagaimana dikutip dari Reuters, Sabtu (5/3/2016), Tokyo ingin memindahkan pangkalan itu ke daerah yang berpenduduk sedikit di Pulau Henoko, namun Gubernur Okinawa, Takeshi Onaga sama sekali tidak mengizinkan pangkalan tersebut untuk berada di pulau itu

Pemerintahan pimpinan Perdana Menteri, Shinzo Abe telah menangguhkan pekerjaan konstruksi secara sukarela selama satu bulan pada 2015 lalu untuk memberikan waktu dalam rangka melakukan pembicaraan dengan otoritas pulau, tapi gagal mencapai solusi yang berarti.

Okinawa, tempat pertempuran darat berdarah pada saat Perang Dunia II, menerima sebagian besar pasukan militer AS di Jepang dan banyak warga membenci apa yang mereka lihat sebagai beban yang tidak adil.

Instalasi militer AS menggunakan sekitar 18 persen tanah di pulau Okinawa, mendorong sebagian warga berpendapat keberadaan instalasi itu mencekik kehidupan sehari-hari mereka dan peluang pertumbuhan ekonomi.

Amerika Serikat dan Jepang sepakat pada 1996 untuk menutup Futenma dan memindahkan fasilitasnya ke tempat lain di pulau. Namun, relokasi berhenti karena tentangan dari penduduk setempat yang khawatir terhadap kebisingan, polusi dan kejahatan.

Pada 1995, seorang murid perempuan Jepang yang berusia 12 tahun diperkosa oleh tiga prajurit AS di Okinawa. Peristiwa tersebut memicu kecaman besar.

Meskipun menyetujui putaran baru perundingan, baik Abe maupun Onaga dengan cepat menekankan bahwa mereka bertekad tetap pada sikap masing-masing untuk melakukan relokasi.

"Tidak ada perubahan terhadap sikap pemerintah bahwa relokasi ke daerah Henoko adalah satu-satunya pilihan untuk pemulihan pangkalan Futenma," kata Abe kepada wartawan.

"Tapi, jika situasi saat ini, ketika pemerintah dan prefektur Okinawa terus menggugat satu sama lain, pangkalan Futenma, mungkin sangat baik tetap ada selama bertahun-tahun mendatang," katanya.

Gubernur Onaga, yang pernah menuding Abe memandang rendah Okinawa, mengatakan setelah pertemuan dengan Abe, "Saya terpilih sebagai gubernur pada rencana kerja untuk tidak memungkinkan pangkalan baru di Henoko. Saya akan terus mengejar kebijakan ini dengan percaya diri".

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini