nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pencari Kerja di Kabupaten Cirebon Capai 25.000 per Tahun

Erika Lia, Koran SI · Minggu 06 Maret 2016 16:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 03 06 525 1329033 pencari-kerja-di-kabupaten-cirebon-capai-25-000-per-tahun-z01cOSb8l9.jpg Ilustrasi Pengangguran (Foto: Okezone)

CIREBON - Jumlah pencari kerja di Kabupaten Cirebon setiap tahunnya rata-rata mencapai 25 ribu orang. Terdapat kesenjangan antara pertumbuhan lapangan kerja dengan perkembangan angkatan kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cirebon, Deny Agustin menyatakan, kesenjangan itu tak lepas dari situasi yang tengah dihadapi saat ini. Pihaknya tengah menghadapi bonus demografi, di mana usia muda mendominasi pencari kerja.

"Saat ini kebanyakan pencari kerja berusia 20-24 tahun," katanya, Minggu (6/3/2016).

Secara keseluruhan, dari total penduduk Kabupaten Cirebon yang mencapai sekitar 2,1 juta jiwa, jumlah angkatan kerja mencapai setidaknya 987 ribu orang. Angkatan kerja sendiri berarti mereka yang bekerja atau mereka yang seminggu terakhir belum bekerja.

Mengamati tingginya jumlah pencari kerja, dia mengakui, secara umum masih diperlukan upaya keras untuk menekan angka pengangguran. Menurutnya, pengangguran di Kabupaten Cirebon akibat belum adanya kesesuaian antara kompetensi manusianya dengan pasar.

"Masih banyak pencari kerja yang tak memiliki kompetensi. Secara kualitas, rata kualitasnya masih rendah dan tak sesuai dengan kebutuhan yang dicari pasar," terangnya.

Untuk menekan pengangguran, pihaknya memprogramkan 2.500 pencari kerja di Kabupaten Cirebon mengikuti pelatihan kerja dalam setiap tahunnya. Pelatihan kerja sendiri ditarget dilaksanakan setiap bulan, di antaranya berupa pelatihan bordil, mebeler, teknik sepeda motor, anyaman rotan, pengolahan hasil pertanian, peternakan, tata kecantikan, menjahit, dan lainnya.

Dia meyakinkan, pasca pelatihan diupayakan penyerapan para pencari kerja tersebut melalui job vacancy, baik lokal maupun daerah lain. Pihaknya pun berupaya membantu dalam penempatan para pencari kerja.

Di sisi lain, tenaga kerja lokal pun menghadapi tantangan baru berupa masuknya tenaga kerja asing (TKA) sebagai konsekuensi MEA. Meski diakui TKA di Kabupaten Cirebon belumlah banyak, yakni rata-rata 100 orang/tahun, trennya sendiri menunjukkan peningkatan.

"Agar tak kalah saing, tenaga kerja lokal memang harus meningkatkan kualifikasi pendidikannya dan memiliki keterampilan," tambahnya.

Di sisi lain, untuk melindungi tenaga kerja lokal dari persaingan dengan TKA, Pemkab Cirebon sendiri telah menerbitkan Peraturan Daerah No 2 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kerja. Melalui regulasi ini, perusahaan di Kabupaten Cirebon diminta memprioritaskan warga lokal.

Sementara itu, sebagian orang lebih memilih berwiraswasta dalam menyikapi kesenjangan lapangan pekerjaan yang terjadi. Seperti dilakukan seorang warga Kedawung, Kabupaten Cirebon, Yongki, yang memilih menciptakan peluang kerja sendiri, bahkan bagi orang lain.

"Kalau harus menunggu peluang kerja yang ada, bisa jadi butuh waktu lama. Selama saya punya keterampilan dan bisa dimanfaatkan, kenapa harus menunggu peluang yang dibuka orang lain. Malah, saya bisa memberi peluang kerja bagi orang lain," ungkap pemilik toko pakaian ini.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini