Image

Kendaraan Listrik Masih Mahal, Honda Berharap Dukungan Pemerintah Indonesia

Pius Mali, Jurnalis · Senin, 7 Maret 2016 - 07:02 WIB
Sepeda motor listrik Honda EV-Cub sulit dipasarkan di Indonesia (ist) Sepeda motor listrik Honda EV-Cub sulit dipasarkan di Indonesia (ist)

JAKARTA - Produsen automotif Honda memiliki tiga model sepeda motor listrik, yakni CUV ES yang diperkenalkan pada Februari 1994, EV-Neo pada Desember 2010, serta Honda EV-Cub pada 2015. Tiga sepeda motor itu merupakan jawaban Honda atas kebutuhan kendaraan zero emission.

Meski demikian, Honda masih kesulitan untuk memproduksi dan menjualnya secara massal. Chairman Honda Motor Fumihiko Ike menjelaskan, beberapa hal yang menjadi kesulitan dalam menghadirkan sepeda motor listrik.

"Selain harga baterai tinggi, yang perlu diberi perhatian adalah aspek keamanan pemakainya. Kendaraan ini harus aman untuk mencegah sengatan listrik pada saat short circuit (korsleting), seperti sepeda motor konvensional saat digunakan dalam kondisi apa pun," ujarnya.

Masalah berikutnya, lanjut Fumihiko, kesediaan jaringan resmi bertanggung jawab jika terjadi gangguan pada sepeda motor ini.

"Menyediakan jaringan untuk memeriksa, menyervis, dan mengumpulkan kendaraan listrik, tidak sama seperti di kendaraan berbahan bakar bensin. Jadi elemen sangat penting," paparnya.

Investasi yang dikeluarkan akan sangat besar. Karena itu, lanjut dia, dukungan dari Pemerintah Indonesia sangat diharapkan untuk segera merealisasikan produksi massal sepeda motor listrik. Dengan adanya dukungan pemerintah, harga produk kendaraan listrik bisa ditekan.

"Bahwa dengan dukungan yang kuat dari Pemerintah Indonesia, termasuk soal subsidi, akan memberikan pengaruh luar biasa pada kendaraan listrik," pungkas dia.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming