Kebun Binatang di Gaza Bangkrut Akibat Perang Berkepanjangan

Silviana Dharma, Okezone · Kamis 10 Maret 2016 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 09 18 1331867 kebun-binatang-di-gaza-bangkrut-akibat-perang-berkepanjangan-Rg2cTubONh.jpg Kondisi mengenaskan macan di Kebun Binatang Khan Younis di Gaza. (Foto: Zuma Press)

GAZA – Pemilik kebun binatang Khan Yunis di Gaza, Mohammed Aweda berencana menjual seluruh satwa dan tanahnya. Hal ini terpaksa ia lakukan karena kebun binatang itu semakin sepi pengunjung, sehingga tidak ada cukup dana untuk membelikan mereka makanan.

“Setelah memperjuangkan kondisi di ambang bangkrut ini selama satu tahun, saya menyerah. Macan kami belum makan selama empat hari. Harga makanan mereka USD63 (atau setara Rp829.939,97) per hari, tapi perang berkepanjangan membuat tak satupun orang datang kemari,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari Middle East Online, Kamis (10/3/2016).

Pertama kali dibuka pada 2007, ratusan hewan dibeli untuk menghuni kebun binatang tersebut. Membawa mereka ke sana bukan perihal mudah.

“Untuk bisa memboyong seekor macan dan gajah, kami mengirimnya dari Senegal ke Mesir, kemudian dibawa lagi ke Sinai, baru ke Gaza melalui sebuah terowongan,” tuturnya.

Namun kini yang tersisa dari mereka hanya seekor rusa dari kawanannya, seekor burung pelican, seekor burung unta dan dua landak serta seekor macan. Hampir semua kandang kosong melompong dan tumbuhannya tidak lagi terawat. Para satwa bahkan begitu kumal dan berdebu.

Padahal ketika baru dibuka, kebun binatang Khan Yunis begitu laris. Banyak pengunjung membawa serta sanak keluarga mereka, berjejalan memenuhi marga satwa seluas 2.000 meter persegi, yang terleta di selatan Palestina tersebut. Mereka datang untuk melihat elang, harimau atau macan, kawanan rusa, burung pelican dan buaya. Satu orang tiga shekel Israel atau Rp10.000 sekali masuk.

Akan tetapi, kondisi ini berubah drastis antara 2008 dan 2014. Jalur Gaza menjadi target bombardir. Tiga kali sudah Israel berperang dengan Hamas, kelompok Islam yang berkuasa di Palestina. Konflik berdarah itu terus berlanjut, hingga kini.

Tercatat pada musim panas 2014, sedikitnya 2.251 warga Gaza terbunuh, sebagian besar adalah warga sipil. Sementara di pihak Israel, 73 warganya meninggal, termasuk 67 orang tentara.

Selain manusia, hewan pun menjadi korban. PBB mencatat, 80 persen satwa di Kota Gaza terdampak berbagai ledakan yang dilemparkan Israel.

“Saya menunggu beberapa hari sampai keadaan tenang. Baru saya tengok kebun binatang ini. Ketika melangkah masuk, saya ingat dengan jelas bau kematian sangat kuat. Bangkai ada di mana-mana,” tukas Aweda.

Kondisi serupa juga menimpa dua kebun binatang lain di Gaza. Aweda berharap ia dapat menjual hewan terakhirnya seharga USD30 ribu atau Rp394,2 juta. Sebab saudara-saudaranya sudah berhenti mengurus kebun binatang itu dan mendapat pekerjaan lain.

Ia juga ingin melanjutkan hidupnya, bukan untuk mencari kerja dan memberi makan binatangnya saja. Aweda perlu bertahan hidup, meski mimpinya sudah kandas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini