Tahun 2049, GMT Kembali Terjadi di Indonesia

Narjo Usman, Okezone · Rabu 09 Maret 2016 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 09 340 1331708 tahun-2049-gmt-kembali-terjadi-di-indonesia-qYc1QqyO9j.jpg Foto: Ilustrasi (Dok. Okezone)

TERNATE – Peneliti asal Republik Cek, Petr Horalek mengatakan, usai menyaksikan gerhana, tim dari Insitute Technology Brano Cek yang diketuai Xavier Jabir tersebut telah menganalisis bakal terjadinya gerhana matahari total yang berlangsung di Amerika pada 2017. Sementara untuk Indonesia, gerhana total akan kembali terjadi tahun 2049.

"Kami sudah mendapatkan hasil analisis dari gerhana matahari total ini. Akan terjadi lagi gerhana matahari di Indonesia pada 2049 serta gerhana matahari total di Amerika pada 2017 dengan durasi 2 menit 47 detik. Itu (gerhana matahari) lebih singkat dibandingkan di Maba kali ini," tuturnya di Ternate, Rabu (9/3/2016).

Gerhana matahari di Maba, ibu kota Halmahera Timur, berlangsung selama 3 menit 17 detik. Namun, fenomena alam itu hanya bisa disaksikan selama 1 menit karena tertutup awan.

Petr Horalek mengungkapkan timnya berhasil mengabadikan secara keseluruhan terjadinya gerhana matahari total sekira pukul 09.51 hingga 09.56 WIT.

"Kami menangkap totalitas GMT dengan durasi 3 menit 17 detik, kendati kondisi berawan. Kami sangat enjoy dengan GMT di Halmahera Timur karena mendapatkan hasil yang memuaskan," kata Petr Horalek.

"Korona Gerhana (berupa bulatan cahaya bulan) dapat dipotret secara baik menggunakan teropong maupun kamera. Kita dapat foto koronanya dengan tampak jelas. Ini sangat luar biasa," katanya.

Petr Horalek menjelaskan, saat gerhana total tampak Planet Merkurius dan Venus berwarna keabu-abuan. Kedua planet itu juga berhasil diabadikan dalam bentuk foto. "Kami juga mendapatkan bidikan terbaik dengan dua plantet yang tampak jelas, yakni Venus dan Merkurius," tuturnya. ‎

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini