Penganut Sufi: Gerhana Matahari Total Tinggalkan Pesan Kepalsuan

Mustholih, Okezone · Rabu 09 Maret 2016 19:43 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 09 512 1331813 penganut-sufi-gerhana-matahari-total-tinggalkan-pesan-kepalsuan-N9qpKteZHA.jpg

SEMARANG - Penganut ajaran sufi di lereng Gunung Ungaran, Jawa Tengah, berpesan, fenomena gerhana matahari total meninggalkan pesan untuk mewaspadai segala kepalsuan. Setiap umat Islam diminta memahami arti tertutupnya cahaya terang matahari oleh bulan.

"Kita tahu bahwa sumber cahaya yang sebenarnya adalah matahari. Sedangkan bulan sifatnya hanya menerima dan memantulkan cahaya, dia tidak memiliki sumber cahaya," kata seorang penganut ajaran sufi, Abi Jaza Abdillah, kepada Okezone, di Pondok Paseban Ar Rosuli Asy Syarif, Rabu (9/3/2016).

Dalam kajian sufistik, saat gerhana matahar,  maka cahaya yang terlihat ke bumi berasal dari bulan. Padahal, sesuaI karakteristiknya bulan hanya memantulkan cahaya matahari yang diterimanya.

"Jika kita memercayai ini, maka di situlah letak kepalsuan-kepalsuan akan muncul. Seolah bercahaya padahal bukan sumber cahaya sesungguhnya. Ini berlaku pada kehidupan sesungguhnya, jika terlihat seperti kiai padahal bukan panutan sebenarnya. Kita perlu waspada pada kepalsuan-kepalsuan seperti ini," terang pria berjenggot putih itu.

Menurutnya, jika salah menentukan sumber panutan atau pegangan hidup, maka akan merugikan manusia itu sendiri. Pasalnya, ajaran yang disampaikan tokoh panutannya belum tentu benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Kita sebagai manusia harus berhati-hati, tetap waspada akan perangkap setan. Jangan terkecoh oleh gemerlap yang seolah benar, namun belum pasti kebenarannya. Pilih sumber cahaya sebenarnya," tandasnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini