Sakit Mata Lihat Gerhana, Warga Ogah ke Dokter

Demon Fajri, Okezone · Kamis 10 Maret 2016 10:04 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 10 340 1332091 sakit-mata-lihat-gerhana-warga-ogah-ke-dokter-iusnOehw9R.jpg Foto: ilustrasi Okezone

BENGKULU – Setelah gerhana matahari total (GMT) melintasi Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, pada Rabu 9 Maret 2016, menyebabkan sebagian mata warga Mukomuko terasa perih akibat melihat gerhana dengan mata telanjang. Namun, masyarakat Mukomuko ogah memeriksakan mata ke dokter spesialis mata di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko.

''Kami tidak memeriksa ke dokter,'' kata suami Nurmala Sari, Heri, warga Sp 7 Desa Rawa Mulya, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, kepada Okezone, Kamis (10/3/2016).

Meskipun tidak memeriksa ke spesialis dokter mata, lanjut Heri, sang istri mengobati mata yang perih dan pedih secara tradisional. Istrinya meneteskan cairan obat mata serta daun sirih yang direndam.

Ia mengungkapkan, obat tradisional tersebut sudah mengurangi rasa perih dan pedih matanya usai melihat gerhana matahari.

''Cukup dengan obat tradisional. Saya yakin itu tidak begitu berpengaruh dengan mata istri saya,'' ucap Heri.

Hal senada juga disampaikan Hartono warga Kelurahan Bandar Ratu, Kabupaten Mukomuko, yang sempat merasa perih dan pedih saat melihat gerhana dengan mata telanjang. Namun, Hartono mengungkapkan, dirinya juga tidak memiliki rencana memeriksa mata ke dokter spesialis mata.

Namun, ia menerangkan, dirinya sudah mengobati mata dengan daun sirih yang direndam air guna menghilangkan rasa perih dan pedih.

''Sekarang sudah membaik. Saya tidak berobat ke dokter mata, hanya menggunakan obat tradisional,'' tutur Hartono.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini