Wawancarai PM Malaysia, Dua Jurnalis Asing Ditahan

Ahmad Taufik , Okezone · Senin 14 Maret 2016 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 14 18 1335404 wawancarai-pm-malaysia-dua-jurnalis-asing-ditahan-gjaciFsHve.jpg PM Najib (Foto: Reuters)

SERAWAK – Seorang reporter dan kamerawan asal Australia ditahan di Malaysia setelah berupaya mewawancarai Perdana Menteri Najib Razaq. Linton Besser dan Louie Eroglu berusaha mendekati PM Najib di Kuching pada Sabtu 12 Maret 2016 untuk menanyakan tuduhan korupsi yang selama ini disangkal.

Saat ini kedua jurnalis asing tersebut telah dibebaskan tanpa tuduhan, tapi belum bisa meninggalkan Malaysia.

Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop  mengatakan bahwa penahanan ini menimbulkan kekhawatiran negaranya terhadap kebebasan pers di Malaysia. Ia mengatakan Australia telah membahas masalah tersebut dengan Pemerintah Malaysia.

“Saya selalu prihatin ketika terjadi pelanggaran terhadap kebebasan berpendapat, khususnya dalam hal demokrasi,” ujar Bishop, sebagaimana dikutip dari BBC, Senin (14/3/2016).

Menanggapi kejadian ini, Deputi Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid  Hamidi mengatakan bahwa Pemerintah Malaysia tidak menghambat jurnalis asing tapi mereka sendiri harus melaksanakan tugas sesuai etika jurnalistik.  

Besser dan Eroglu mendekati PM Najib ketika sedang mengunjungi sebuah masjid di Kuching, ibu kota Negara Bagian Serawak. Mereka coba menanyai PM Najib tentang kasus dugaan korupsi yang dituduhkan kepadanya.

Terkait kasus tersebut, PM Najib sudah dibersihkan dari tuduhan berdasarkan keputusan jaksa di Malaysia. Tapi, sejumlah penyelidikan internasional sedang dilakukan.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan pihak Kepolisian Malaysia kepada agensi surat kabar Bernama menyatakan bahwa dua pria jurnalis asing tersebut menerobos garis polisi dan secara agresif coba mendekati PM Najib.

Keduanya akhirnya ditahan karena melanggar instruksi polisi yaitu menerobos garis polisi.

Ia juga mengatakan bahwa kedua jurnalis asing tersebut sangat kooperatif dengan petugas kepolisian dan mereka menerima bantuan hukum.  

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini