nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rieke Desak Pemerintah Bebaskan Tukang Gigi

Angkasa Yudhistira, Jurnalis · Rabu 16 Maret 2016 00:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 03 16 340 1336928 rieke-desak-pemerintah-bebaskan-tukang-gigi-rmuSppnZ1U.jpg Rieke Diah Pitaloka (dok.Okezone)

JAKARTA - Rahmat Hermawan (27) seorang tukang gigi yang berpraktek sejak tahun 2010, ditangkap dan ditahan di Rutan Polres Palangkaraya.

Rahmat sudah 9 hari ditahan lantaran berdasarkan bukti yang cukup, diduga keras melakukan tindak pidana dibidang kesehatan dan atau praktik kedokteran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 dan atau Pasal 78 UU RI Nomor 29 Tahun 2004.

Terakit kasus tersbeut, Perkumpulan Tukang Gigi Nasional (PTGN) terus berjuang untuk menuntut pencabutan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1871 Tahun 2011 dan merevisi UU No 29 Tahun 2004.

"Dalam UU tentang Praktik Kedokteran, tercantum hukum pidana kurungan 5 Tahun atau denda sampai 150 juta. Mahkamah Konstitusi memutuskan catatan selama tukang gigi itu berizin," ujar Pembina PTGN Rieke Diah Pitaloka dalam keterangannya, Selasa (15/3/2016).

Kemenkes RI, sambungnya, merespons putusan MK dengan menerbitkan permenkes baru Nomor 39 Tahun 2014 tentang pembinaan, kewenangan dan perizinan tukang gigi.

Berdasarkan realitas yang ada, politikus PDI Perjuangan itu menyatakan pengurusan surat izin bukan hal yang mudah diperoleh kurang lebih 7.000 tukang gigi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Rieke mengatakan, pemerintah wajib memberikan pembinaan terhadap tukang gigi agar memiliki standar kelayakan yang diperintahkan Permenkes 39/2014. Hingga saat ini belum ada pembinaan yang nyata, melindungi dan meningkatkan kemampuan dan kapasitas bagi tukang gigi.

"Jika pemerintah belum optimal lakukan pembinaan, maka saya menilai penangkapan terhadap Rahmat adalah sebuah bentuk ketidakadilan. Hukum ditegakkan untuk mengorganisir tanggung jawab warga negara. Hukum pertama kali harus penuhi rasa keadilan publik, bukan menindas rakyat kecil. Sanksi hukum tak serta merta diberikan, dengan mengabaikan tanggung jawab negara (pemerintah) terhadap rakyat," tegasnya.

Karena itu, dirinya mendesak kepada pemerintah agar Rahmat segera dibebaskan, dan mengembalikan alat-alat kerjanya. "Berikan pembinaan serius kepada Rahmat dan para tukang gigi, hingga memenuhi kelayakan kerja dalam profesinya dan berikan ijin praktek tanpa pungli," imbuhnya.

Rahmat dan para tukang gigi lainnya, sambungnya, membuka lapangan kerja bagi diri dan pegawainya untuk mampu bertahan hidup. Rakyat harus dibina, bukan dibinasakan.

"Saya mohon dukungan seluruh rakyat Indonesia untuk menyuarakan #BebaskanRahmat #JanganPenjaraTukangGigi," tandasnya.

(aky)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini