Atasi Konflik Maritim: ASEAN Sepakat Utamakan Dialog

Ahmad Taufik , Okezone · Kamis 17 Maret 2016 23:05 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 17 18 1339008 atasi-konflik-maritim-asean-sepakat-utamakan-dialog-GvxoDEG2rl.jpg Kapal-kapal China terlihat melakukan pekerjaan di wilayah perairan sekitar Mischief Reef di Kepulauan Spratly di Laut China Selatan yang disengketakan. (Foto: Reuters)

JAKARTA –Dalam beberapa kurun terakhir ini, konflik maritim menjadi isu yang semakin hangat diperbincangkan. Apalagi terkait area Laut Cina Selatan yang diklaim oleh Tiongkok.

Selama ini, terjadi sejumlah pelanggaran di area laut baik dalam konteks hukum internasional kelautan, illegal fishing, proteksi sumber daya laut, klaim wilayah, lintas batas dan penyelundupan senjata.

Untuk mengatasi berbagai masalah tersebut, Kedutaan Besar Belanda di Jakarta menyelenggarakan dialog ASEAN yang membahas berbagai kejahatan di area laut.

Dalam acara tersebut para delegasi sepakat untuk mengutamakan dialog untuk mengatasi masalah yang terjadi di area maritim.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Dr. Arif Havas Oegrosono mengatakan bahwa semua negara ASEAN harus mengutamakan kerja sama untuk mengatasi berbagai masalah yang terjadi di wilayah kelautan. Semua pihak harus mematuhi konvensi PBB tentang hukum kelautan yang disebut United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS).

Acara dialog yang digelar pada 17 Maret 2016 ini diselenggarakan oleh Pusat Penelitian ASEAN bekerjasama dengan Kedubes Belanda di Jakarta. Sebanyak 150 delegasi yang berasal dari berbagai kalangan baik Pemerintah Indonesia, Kementerian Perdagangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, media lokal dan asing, utusan kedubes, para ahli dan sejumlah akademisi turut hadir dalam acara ini.

Pihak panitia menghadirkan sejumlah pembicara ternama seperti Prof. Dr. Robert Beckman (Direktur Pusat Hukum Internasional NUS Singapura), Cheryl Rita Kaur (Peneliti Senior di Maritim Institute of Malaysia), Prof. Dr. Thanet Aphornsuwan (Kepala Pusat Kajian ASIA Thamasat University Thailand), Mr. Youri van Logchem, PhD Follow di Netherlands Institute for Law of the Sea (NILOS), Utrecht University, the Netherlands, Dr. Ir. Achmad Poernomo, M. App.Sc, peneliti senior kebijakan publik dari Kementerian Urusan Kelautan dan Perikanan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini