Image

ITS Miliki Laboratorium Bisnis Pertama di Indonesia

Afriani Susanti , Jurnalis · Kamis 17 Maret 2016, 11:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 03 17 65 1338253 its-miliki-laboratorium-bisnis-pertama-di-indonesia-2RNDGRenyo.jpg ITS memiliki laboratorium Bisnis pertama di Indonesia. (Foto: Dok. ITS)

JAKARTA - Biasanya laboratorium identik dengan berbagai jurusan yang terkait pada ilmu pasti. Namun faktanya, tidak hanya jurusan-jurusan dengan ilmu pasti saja yang perlu didukung laboratorium pada proses pembelajaran mereka. Jurusan sosial seperti bisnis dan kewirausahaan pun perlu memiliki laboratorium.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sendiri memiliki sebuah laboratoirum baru yang diperuntukkan bagi Jurusan Manajemen Bisnis (JMB). Laboratorium tersebut adalah Entrepreneur and Small Medium Enterprises Laboratory (ESME) dan Strategic ad Business Development Laboratory (SBDe).

Menurut Kepala Laboratorium ESME, Berto Mulia Wibawa, SPi,MM, laboratorium tersebut akan digunakan pada bidang kewirausahaan serta analisis bisnis.

"ESME, laboratoriumnya lebih ke bidang kewirausahaan dan pengembangan bisnis kecil. Kalau SBDe lebih mengarah ke analisis bisnis yang relatif besar," ungkapnya seperti dikutip dari laman ITS, Kamis (17/3/2016).

ITS sendiri mendorong agar setiap jurusan memiliki laboratorium. Keberadaan dua laboratorium tersebut sendiri diyakini bisa memudahkan kerjasama bersama mitra dalam hal riset.

"Sebagai contoh, kalau nanti ada proyek mengenai analisa kewirausahaan di Indonesia bisa ditugaskan ke laboratorium ESME. Namun, kalau ada perusahaan besar yang ingin mengonsultasikan strategi dan pengembangan bisnisnya, bisa ke laboratorium SBDe," ujarnya.

Kedua laboratorium tersebut merupakan satu-satunya di Indonesia. Karena biasanya di perguruan tinggi hanya ada Laboratorium Enterpreneurship atau Laboratorium Marketing.

Dengan adanya laboratorium baru tersebut, diharapkan agar para dosen bisa terus meningkatkan riset yang dilakukannya. Dengan begitu para dosen bisa melakukan publikasi secara nasioal maupun internasional.

"Tak hanya publikasi nasional, tapi juga internasional. Utamanya adalah jurnal yang terindeks Scopus," imbuhnya.

Lahirnya kedua laboratorium tersebut diharapkan bisa semakin meningkatkan jaringan dengan mitra strategi yang ada. Serta memberikan pengalaman berharga bagi para asisten laboratorium.

"Tentunya juga memberikan pengalaman berharga bagi asisten laboratorium dalam latihan atau mengikuti seminar," harapnya. (afr)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini