Share

Lecehkan Mahasiswi Jepang, Perwira AS Ditahan di Bandara

Randy Wirayudha, Okezone · Minggu 20 Maret 2016 08:16 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 20 18 1340740 lecehkan-mahasiswi-jepang-perwira-as-ditahan-di-bandara-xwYcepyljw.jpg Ilustrasi: Okezone

TOKYO – Catatan Aib personel militer Amerika Serikat (AS) yang ditugaskan di Jepang kian panjang. Terbaru, seorang perwira US Navy atau Angkatan Laut (AL) AS ditahan aparat Bandara Narita, Tokyo, Jepang dengan dugaan pelecehan.

Perwira yang hanya teridentifikasi berusia 33 tahun berpangkat letnan itu, dilaporkan melecehkan dan melakukan kekerasan fisik terhadap seorang gadis Jepang.

Dugaan itu terjadi di dalam pesawat yang ditumpanginya dengan rute San Diego-Tokyo Menurut laporan, perwira AL AS itu diduga melecehkan dengan berulang kali memegang paha seorang wanita Jepang yang duduk di sebelahnya.

Sontak gadis yang teridentifikasi sebagai seorang mahasiswi tersebut, berupaya menyergah perlakuan itu. Tapi kemudian oknum AL AS itu memukul wajah korban. Korban pun pindah tempat duduk dan melaporkannya ke kru pesawat.

Perwira AL AS itu akhirnya ditahan ketika pesawat mendarat di Bandara Narita. Saat ini, personel yang sedianya ditugaskan di Skadron 51 Helikopter Serbu Maritim yang berbasis di Pangkalan AL AS di Atsugi itu, masih dalam proses investigasi otoritas Jepang dan perwakilan AL AS.

β€œAL AS sepenuhnya kooperatif untuk memastikan investigasi yang adil selama personel yang bersangkutan masih dalam status terduga,” ungkap pernyataan AL AS, disitat USA Today, Minggu (20/3/2016).

Pelecehan ini terjadi tak lama setelah seorang personel AL AS lainnya, ditahan pada 13 Maret. Personel berusia 24 tahun yang tak diungkap identitasnya itu dilaporkan melakukan pemerkosaan pada seorang gadis Jepang di sebuah hotel di Pulau Okinawa.

Perwakilan militer AS, Letjen Lawrence Nicholson pun bertemu dengan Gubernur Okinawa, Takeshi Onaga pada Rabu, 16 Maret 2016 lalu dalam sebuah pernyataan maaf mewakili sang pelaku.

Sementara Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga yang turut menyayangkan kejadian pemerkosaan itu, menuntut pihak militer AS untuk lebih ketat dalam mendisiplinkan para personelnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini