nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Situs Peninggalan Zaman Majapahit Terbengkalai

Zen Arivin, Jurnalis · Senin 21 Maret 2016 04:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 03 21 519 1341243 situs-peninggalan-zaman-majapahit-terbengkalai-iKdgDve37C.jpg Situs Majapahit di Mojokerto Kini Terbengkalai (foto: Zen Arifin/Okezone)

MOJOKERTO - Situs Klinterejo yang notabene merupakan peninggalan zaman Kerajaan Majapahit di Dusun/Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto terbengkalai. Benda-benda bersejarah ini, tampak tak terurus dan minim perhatian pemerintah.

Hal itu terlihat dari kondisi situs yang dibiarkan mangkrak apa adanya. Tak ada upaya serius dari pemerintah, untuk menjadikan situs ini sebagai objek wisata sejarah. Bahkan, situs ini terancam rusak.

Situs Klinterejo merupakan peninggalan sejarah di zaman Kerajaan Majapahit. Menurut keterangan warga setempat, kompleks ini merupakan bekas Petilasan Bhre Kahuripan, yakni Tri Buwana Tungga Dewi yang tak lain merupakan ibu Hayam Wuruk, Raja ke empat Majapahit.

Hal itu diperkuat dengan ditemukannya beberapa situs bersejarah lainnya yang dibuat pada tahun 1372 masehi.

Situs Klinterejo yang terbengkalai ini, berada di tengah area persawahan milik warga. Tak lebih dari 100 meter dari petilasan Tri Buwana Tungga Dewi, terlihat tumpukan bata merah kuno yang ditumbuhi lumut dan rumput liar.

Hal serupa juga terlihat di sebelah barat situs yang hanya berjarak sekira 20 meter. Tumpukan bata merah kuno dengan konstruksi yang hampir sama tertutup tanah dan rumput liar.

Selain batu bata, banyak terdapat batu umpak yang masih tertanam dengan kondisi yang memperihankan. Bahkan ada beberapa diantaranya yang sudah berpindah lokasi dan tergeletak begitu saja.

Jangankan pagar pembatas, papan peringatan pun tak ada. Sebab, lokasi situs ini berada di area persawahan milik warga. Menurut warga setempat, sudah sejak lama, kondisi situs peninggalan sejarah ini terbengkalai.

’’Sejak dulu ya dibiarkan seperti ini. Karena memang tidak ada yang berupaya untuk melestarikannya,’’ ujar Saiin, warga Desa Kliterejo, Minggu (21/3/2016).

 

Ia menambahkan, selain batu bata merah dan batu umpak masih banyak situs dan benda-benda bersejarah lain yang masih tertanam di sawah milik warga. Menurutnya, tak jarang warga menemukan gentong atau benda lainnya yang tertanam saat memproduksi batu bata.

’’Tepat di tengah sawah ini ada sumurnya. Kalau kemarau terlihat, karena tidak tertutup tanaman padi. Beberapa waktu lalu juga ada gentong besar yang ditemukan warga dan diserahkan ke pemerintah desa,’’ tambahnya.

Saiin sangat menyayangkan kondisi tersebut. Padahal, ini merupakan benda-benda ini bernilai sejarah tinggi.

’’Sayang sekali sebenarnya. Itu kan benda bersejarah, kalau di rawat dengan baik dan di tempatkan di lokasi yang semestinya, pasti banyak yang mengunjunginya,’’ pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini