Penjagal Pembantai 8.000 Muslim Bosnia Diadili di Den Haag

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 25 Maret 2016 00:40 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 25 18 1345335 penjagal-pembantai-8-000-muslim-bosnia-diadili-di-den-haag-yeHdKCUBk4.jpeg Radovan Karadzic. (Foto: Reuters)

DEN HAAG – Mantan Presiden Republik Srpska, bekas Yugoslavia, Radovan Karadzic dihadapkan ke Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (International Criminal Tribunal for the Former Yugoslavia/ICTY) pada Kamis (24/3).

Pria berusia 70 tahun itu dikenakan 11 tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan atas perannya dalam pembantaian dan pelanggaran hukum perang yang dilakukan selama Perang Bosnia 1992-1995.

Presiden berjuluk penjagal dari Bosnia itu telah dinyatakan bersalah dan memiliki tanggung jawab kriminal pribadi atas pengepungan Sarajevo yang berlangsung dari 5 April 1992 sampai 29 Februari 1996. Pengepungan terpanjang dalam sejarah peperangan modern itu menyebabkan ribuan orang tak berdosa kehilangan nyawanya.

Dia juga dinyatakan bersalah atas pendeportasian, penyerangan tak berdasar hukum, perlakuan tidak manusiawi, penyanderaan, pemusnahan dan penembakan serta bombardir sepanjang diberlakukannya pengepungan Sarajevo.

Karadzic yang memegang gelar komandan tertinggi angkatan bersenjata Republik Srpska juga dijatuhi dua tuntutan kejahatan genosida. Namun, jaksa penuntut gagal membuktikan salah satu dari dua genosida yang dituduhkan kepada Karadzic.

Laporan yang dilansir Sputnik, Jumat (25/3/2016) menyebutkan bahwa hakim memutuskan pembantaian yang dilakukan pasukan Serbia terhadap warga Muslim Bosnia dan warga Bosnia Kroasia di beberapa kota di Bosnia tidak cukup untuk disebut sebagai sebuah genosida.

Hakim masih akan memutuskan apakah pembantaian yang terjadi di Srebrenica juga akan dikategorikan serupa.

Radovan Karadzic merupakan tertuduh dengan pangkat tertinggi yang diadili ICTY setelah meninggalnya mantan Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic pada 2006.

Dia dituduh memerintahkan pembantaian sedikitnya 8.000 warga Muslim, pria, wanita, anak-anak di Kota Srebrenica, Bosnia setelah pasukannya menguasai kota tersebut pada Juli 1995. Karadzic ditangkap pada 2008 setelah sempat buron selama 11 tahun.

Jaksa penuntut mengatakan Karadzic berniat membersihkan Bosnia dari warga non Serbia, akan tetapi, Karadzic membantah tuduhan tersebut dan menyalahkan Muslim Bosnia atas pengepungan dan bombardir yang terjadi selama Perang Bosnia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini