nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Marak Flu Burung, Peternak Unggas di Jombang Khawatir

Zen Arivin, Jurnalis · Jum'at 25 Maret 2016 13:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 03 25 519 1345641 marak-flu-burung-peternak-unggas-di-jombang-khawatir-quO1Kyt2de.jpg Ilustrasi (Okezone)

JOMBANG – Sejumlah peternak ayam di Kabupaten Jombang mulai dilanda kekhawatiran. Sebab, dalam sepekan terakhir, tingkat kematian ayam ternak meningkat hingga 200 persen. Meksi begitu, hingga saat ini belum ditemukan adanya virus H5N1 yang menyerang di wilayah Kota Santri tersebut.

Salah seorang peternak bernama Khoiril Anwar, (37) asal Desa Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang mengatakan, ia langsung membersihkan kandang ayamnya setelah memanen ternak ayamnya.

“Kemarin panennya, sekarang langsung kami bersihkan. Soalnya saya khwatir, karena sekarang ini lagi ramai penyebaran virus flu burung,” kata dia, Jumat (25/3/2016).

Ia menambahkan, untuk mengantisipasi adanya virus flu burung, Khoiril mengaku, mencuci kandangnya dan menyemprotnya dengan cairan desinfektan. Wadah yang digunakan sebagai tempat makan dam minum pun tak luput dari semprotan cairan desinfektan.

“Semuanya kami semprot. Hal ini untuk mensterilkan kandang sebelum digunakan untuk beternak lagi,” ujarnya.

Menurutnya, hal itu dilakukan agar kandang ayam mereka terbebas dari virus H5N1. Sebab, akhir-akhir ini, penyebaran virus tersebut marak diberitakan. Sehingga para peternak mulai khawatir.

“Selain ramai diberitakan, pada saat panen kemarin, angka kematian ternak kami terhitung sangat tinggi. Sepekan sebelum panen, dalam sehari, lebih dari 30 ekor ayam yang mati. Dari 5.000 ekor, sebanyak 300 ekor yang mati,” jelasnya.

Kendati demikian, Khoiril mengaku tidak mengetahui secara pasti apa penyebab kematian ternaknya itu. Namun, pihaknya memilih mengambil upaya aman dengan melakukan sterilisasi kandang pasca panen sebelumnya. Khoiril berharap, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Jombang segera turun tangan untuk melakukan tindakan pencegahan.

“Meskipun hingga kini belum ditemukan adanya penyebaran virus H5N1, tapi sebaiknya sudah dilakukan pencegahan dari dinas. Karena di wilayah tetangga, seperti Lamongan sudah ditemukan unggas yang positif terkena virus H5N1,’’ tandasnya.

(fds)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini