nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebelum Tewas, Bocah SD Dibonceng Seseorang

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Senin 28 Maret 2016 23:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 03 28 340 1347808 sebelum-tewas-bocah-sd-dibonceng-seseorang-dy2JMGnuvX.jpg Pembunuhan (Ilustrasi)

PEKANBARU - Polda Riau telah mengambil alih kasus pembunuhan Angelika (11). Dari hasil pengembangan, sebelum hilang bocah yang bernama lengkap Angelika Raya Novianti Boru Pardede dibonceng seseorang.

Seseorang itu terlihat membonceng Angelika dengan sepeda motor yang saat itu akan pergi les. Namun, polisi belum bisa memastikan siapa yang membonceng dan apakah ini masih ada kaitannya dengan kasus pembunuhan bocah malang itu masih perlu ditelusuri.

"Berdasarkan keterangan saksi, sebelum hilang, korban dibonceng oleh seseorang. Siapa dia, itu belum kita jelaskan karena ranah penyidikan," Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Rifai Sinambela, Senin (28/3/2016).

Dia menuturkan, dalam kasus ini pihaknya sudah memeriksa enam orang saksi. Saksi yang diperiksa terdiri dari pihak keluarga korban. "Selain dari pihak keluarga. Kita juga memeriksa teman-teman korban," tukasnya.

Rifai menegaskan akan mengusut kasus tersebut secepatnya. "Secepatnya akan kita ungkap kasus ini," tukasnya.

Polda Riau juga sudah meminta bantuan pihak Forensik untuk membantu menuntaskan kasus pembunuhan bocah kelas V SD ini. "Doakan saja agar kasus ini cepat terungkap," tandasnya.

Salomo Pardede, ayah korban mengaku bahwa anaknya sudah hilang sejak 9 Maret 2016. Dia mengisahkan saat itu putrinya pamit mengerjakan tugas sekolah di rumah temannya. Namun, setelah lama ditunggu, putrinya tidak kunjung muncul.

Karena cemas, warga Desa Baru Kecamatan Siak Hulu itu melapor ke polisi. Tetapi, laporannya tidak terima karena belum 2 X 24 jam. Setelah ditunggu dua hari anaknya juga tidak kunjung pulang.

"Kemudian saya melaporkan lagi ke Polsek Siak Hulu. Namun, petugas polisi saat menyebut saya harus mencari lagi," katanya.

Lantaran tidak ada tanggapan, dirinya dan keluarga terus mencari keberadaan putrinya. Puncaknya pada 23 Maret 2016 ditemukan kerangka mayat yang diduga putrinya di Kilometer 15, Siak Hulu.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini