Jajakan PSK Lewat BBM, Dua Orang Diringkus

CDB Yudistira, Okezone · Senin 28 Maret 2016 18:07 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 28 525 1347581 jajakan-psk-lewat-bbm-dua-orang-diringkus-syhydSAuiH.jpg PSK (Foto: Ilustrasi)

BANDUNG - Unit Reskrim Polsekta Lengkong kembali mengungkap prostitusi online yang bertransaksi melalui aplikasi pesan elektronik Blackberry Messenger (BBM), pada Minggu 27 Maret 2016. Dua orang diamankan dalam kasus tersebut, yakni TH (23) sebagai mucikari dan RN (22) sebagai kurir.

"Kita amankan keduanya saat akan bertransaksi di salah satu hotel di kawasan Lengkong, Bandung," kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Angesta Romano Yoyol, saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Senin (28/3/2016).

Dikatakan Yoyol, pengungkapan praktik prostitusi online tersebut berawal dari laporan masyarakat yang menyebut adanya praktik prostitusi online di wilayah Lengkong, Bandung.

Mendapati adanya laporan tersebut, petugas pun melakukan penyelidikan di salah satu hotel yang dicurgai adanya praktik prostitusi.

"Petugas pun mencurigai adanya seorang pria yang membawa dua orang wanita ke hotel tersebut, anggota pun langsung mengamankan pria tersebut yang tak lain merupakan RN," ucapnya.

Berdasarkan keterangan RN, dirinya mengaku hanya sebagai kurir. Dirinya mendapatkan para pekerja seks komersial (PSK) dari seorang pria yang diketahui seorang mucikari TH.

"Setelah mendapatkan keterangan tersebut, polisi pun lakukan pengejaran TH. Alhasil, TH berhasil diamankan oleh petugas di salah satu tempat hiburan malam di Bandung," jelasnya.

Dari penangkapan tersebut, polisi amankan beberapa alat bukti di antaranya, dua buah kunci hotel, dua telefon genggam, satu kartu tanda penduduk, uang sebesar Rp2 juta, dan alat kontrasepsi.

Yoyol mengatakan, kedua pelaku menjajakan para wanita pekerja seks melalui aplikasi BBM. "Mereka memasang tarif dari setiap PSK yang dijajakannya, di atas Rp1 juta. Keduanya mendapatkan keuntungan 30 persen dari harga yang ditawarkan," katanya.

Adapun PSK yang ditawarkan rentang usianya dari 18 hingga 24 tahun. Atas perbuatan kedua pelaku tersebut, polisi mengenakan Pasal 296 juncto 506 KHUPidana, dengan ancaman penjara satu tahun bui.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini