Aktivis Transgender Malaysia Meraih Penghargaan Perempuan Pemberani

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Rabu 30 Maret 2016 20:03 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 30 18 1349582 aktivis-transgender-malaysia-meraih-penghargaan-perempuan-pemberani-CdPj7ZreCu.jpg Nisha Ayub meraih penghargaan dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry (Foto: Twitter)

WASHINGTON – Aktivis transgender kenamaan Malaysia, Nisha Ayub, meraih penghargaan Perempuan Pemberani di Washington DC, Amerika Serikat (AS). Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Luar Negeri AS John Kerry.

Penghargaan serupa juga diberikan ke 13 perempuan lain atas keberanian memperjuangkan hak asasi manusia (HAM), kesetaraan gender, dan kehidupan sosial.

Dalam pidatonya Kerry memuji Nisha yang berjuang untuk kaum transgender Malaysia yang masih menghadapi ancaman kekerasan, diskriminasi, dan penindasan. Perempuan berambut hitam itu dipuji karena mengabaikan keamanan dirinya demi sesuatu yang dia pedulikan.

“Nisha Ayub, untuk kerja yang luar biasa mempromosikan masyarakat yang adil dan toleran apa pun orientasi seksual atau identitas gender mereka, kami menghormati Anda,” ujar Kerry, seperti diwartakan Asian Correspondent, Rabu (30/3/2016).

Penghargaan tersebut mulai diberikan pada 2007. Penghargaan tahunan itu telah diberikan kepada lebih dari 100 perempuan dari 60 negara berbeda. Nisha adalah perempuan transgender pertama yang meraihnya.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk semua perempuan transgender, karena kita diakui dan diterima sebagai bagian dari penghargaan internasional bagi perempuan. Sebuah kehormatan untuk menerima penghargaan ini sebagai wakil komunitas,” tulis Nisha dalam akun Facebook usai menerima penghargaan.

Nisha juga pernah memenangi penghargaan bertaraf internasional lainnya, yakni Alison Des Forges Award yang diberikan oleh Human Rights Watch. Nisha pernah dipenjara selama tiga bulan karena berdandan sebagai perempuan dan menderita kekerasan seksual selama di penjara. Dia juga pendiri dua organisasi yakni SEED Foundation dan Justice For Sisters.

(wab)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini