nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Flu Burung Meluas, Jawa Timur Isolasi Tata Niaga Unggas

Nurul Arifin, Jurnalis · Rabu 30 Maret 2016 17:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 03 30 519 1349448 flu-burung-meluas-jawa-timur-isolasi-tata-niaga-unggas-irQLpCznpl.jpg Ilustrasi (dok.Okezone)

SURABAYA - Dinas Peternakkan Provinsi Jawa Timur melakukan isolasi lokasi daerah penyebaran flu burung atau Avian Influensa (AI). Bahkan, untuk meminimalisir penyebaran virus tersebut dilakukan pemutusan tata niaga di kawasan tersebut.

Untuk saat ini yang sudah dilaporkan dan ditanggulangi adalah di Kabupaten Banguwangi dan Lamongan. "Yang sudah ditanggulangi adalah Kabupaten Lamongan dan Banyuwangi. Hal yang sama juga dilakukan di daerah lain seperti di Jombang," kata Kepala Dinas Peternakkan Provinsi Jawa Timur Maskur, Rabu (30/3/2016).

Ia menjelaskan, penanganan terhadap flu burung ini, pihaknya menerjunkan tim Unit Reaksi Cepat (URC). Tim ini tersebar di tingkat provinsi dan daerah. Tim tersebut melakukan pemeriksaan terhadap indikasi flu burung di wilayah tersebut.

"Jika sudah positif maka tindakkan yang diambil adalah sesuai dengan SOP. Yakni mengubur unggas yang mati kemudian melakukan peyemprotan desinfektan di kawasan tersebut," jelasnya.

Tidak hanya itu, tim mengeluarkan rekomendasi agar tata niaga unggas di kawasan tersebut diputus untuk sementara waktu. Minimal di desa tempat terjangkitnya flu burung ini tidak ada tata niaga unggas. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus flu burung ke unggas lainnya.

"Setelah penanganan ada pemutusan tata niaga unggas. Minimal tidak ada unggas yang masuk dan keluar dari wilayah tersebut. Sampai kapan, yakni sampai benar-benar dirasa aman baru boleh ada tata niaga unggas," tambah Maskur.

Ia juga mengatakan, dari data Dinas Peternakkan Jawa Timur, di Wilayah Banyuwangi tercatat ada 1600 ekor unggas jenis itik yang mati. Sedangkan di Kabupaten Lamongan tercatat ada 700 ekor ayam yang mati akibat terjangkit flu burung. Dan sampai sejauh ini, harga daging ayam di pasaran masih stabil. Memang belum ada pengaruh terhadap harga daging ayam.

"Terakhir terpantau harga ayam sekitar Rp18 ribu per kilogram," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini