nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Santri Ini Melaju ke Olimpiade Sains Nasional

Prabowo, Jurnalis · Selasa 05 April 2016 18:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 04 05 65 1354606 santri-ini-melaju-ke-olimpiade-sains-nasional-9TRYKTDwE8.jpg Santri PPM Muhammadiyah Boarding School Mumtaz Tsabit Fuady melaju ke Olimpiade Sains Nasional tingkat provinsi DIY. (Foto: dok. PPM MBS)

YOGYAKARTA - Belajar giat tidak hanya memperkaya intelektualitas diri sendiri. Bagi santri Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (PPM MBS), Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini, hasil belajarnya juga dapat membuat bangga almamater.

Mumtaz Tsabit Fuady tercatat sebagai santri jenjang SMP di PPM MBS. Santri kelas 8C asal Nunukan, Kalimantan Utara, belum lama ini tersebut lolos seleksi olimpiade sains nasional tahun 2016 di tingkat Kabupaten Sleman, DIY.

Prestasi tersebut membuat Mumtaz melaju ke kompetisi pada tingkat provinsi di DIY untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pada seleksi yang dihelat di SMP Negeri 2 Sleman beberapa waktu lalu, Mumtaz masuk tiga besar dari 40 kontestan se-Kabupaten Sleman.

Guru pendamping mata pelajaran IPA, Yuliana Anjasari, S.Pd mengaku bangga dengan apa yang diraih santrinya. Pasalnya, untuk menghadapi OSN 2016, sang murid harus menjalani berbagai persiapan.

"Kondisi santri di asrama memudahkan kami untuk melakukan pendampingan lebih intens, baik siang maupun malam," kata Anjasari, dalam keterangan tertulis, Selasa (5/4/2016).

Yuliana mengaku, gencar mempersiapkan Mumtaz sebulan menjelang lomba. Intensitas pertemuan dalam sebulan itu membuat santri lebih mudah memahami apa yang disampaikan oleh gurunya.

Menurut Anjasari, Mumtaz sudah berpengalaman dalam kompetisi tingkat nasional. Dia pernah mewakili Provinsi Kalimantan Utara maju tingkat nasional pada olimpiade sains di mata pelajaran IPA saat masih duduk di bangku sekolah dasar.

"Kami berharap, dia nanti lolos seleksi tingkat provinsi, sehingga mewakili DIY tingkat nasional untuk tingkat SMP," paparnya.

Saat ini, kata Anjasari, Mumtaz sedang dikarantina bersama kontestan lain untuk mendapat pendampingan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi DIY. Karantina itu dilakukan agar santri maupun kontestan lain lebih fokus pada kompetisi yang akan dihadapi.

Sebelumnya, Sekolah Menengah Atas di PPM MBS Yogyakarta juga berhasil meloloskan dua santrinya dalam kompetisi serupa. Keduanya mewakili Kabupaten Sleman dalam kompetisi OSN tingkat Provinsi DIY.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini