Share

Hari Terakhir Pembebasan Sandera, Kemenlu Telefon Korban Abu Sayyaf

Rus Akbar, Okezone · Kamis 07 April 2016 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 07 340 1356552 hari-terakhir-pembebasan-sandera-kemenlu-telefon-korban-abu-sayyaf-LzqaywDd8r.jpg Ilustrasi. (dok.Okezone)

PADANG - Usaha pemerintah untuk membebaskan 10 WNI, awak Kapal Brahma 12 yang disandera oleh kelompok teroris Abu Sayyaf terus dilakukan. Hal itu diketahui Aidil, ayah salah satu sandera, usai ditelefon pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

"Tadi staf Kemenlu menelefon saya, katanya saat ini pemerintah masih melakukan negosiasi dengan kelompok yang menyandera 10 orang termasuk anak saya, Wendi Rakhdian," ujarnyanya di rumahnya di Jalan DR M Hatta, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (7/4/2016).

Bukan hanya petugas Kemenlu yang menelefon Aidil pada hari terakhir negosiasi pembebasan Wendi dan sembilan rekannya. Aidil mengatakan, pihak perusahaan pemilik Kapal Brahma juga menelefonnya.

"Mereka menyampaikan untuk tetap bersabar dan tabah. Pemerintah masih melakukan negosiasi, tapi bagaimana bentuk negosiasinya tidak tahu kita," tuturnya.

Sebelumnya, 10 WNI disandera di Perairan Filipina sejak 27 Maret 2016. Mereka meminta uang tebusan sekira Rp15 miliar agar semua sandera dibebaskan. Hari ini merupakan hari terakhir yang diberikan Abu Sayyaf untuk memenuhi uang tebusan itu.

[Baca Juga: Keluarga Korban Abu Sayyaf: Ibu Mega Minta Kami Bersabar]

Follow Berita Okezone di Google News

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini