nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jumlah Wisatawan Bertambah, Pemprov Bali Cabut Moratorium Hotel

Puji Sukiswanti , Jurnalis · Sabtu 09 April 2016 15:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 04 09 340 1358456 jumlah-wisatawan-bertambah-pemprov-bali-cabut-moratorium-hotel-2OhIK4QSsK.jpg Ilustrasi

DENPASAR - Moratorium pembangunan hotel di Bali dicabut oleh Gubenur Bali mulai tahun 2016. Hal tersebut diungkapkan oleh Seketaris Daerah Provinsi Bali, Cokorda Ngurah Pemayun, dan Kepala Badan Penanaman Modal Bali, Ida Bagus Parwata, di Denpasar, Sabtu (9/4/2016).

Cok Pemayun mengatakan, dengan dicabutnya moratorium itu pembangunan hotel di Badung bisa dimulai pada 2016 ini. Sementara di wilayah Denpasar baru boleh dilakukan pembangunan hotel pada 2017 mendatang.

Seperti diketahui, pada 27 Desember 2010, Gubernur Bali telah mengeluarkan surat edaran tentang penghentian sementara penerbitan persetujuan prinsip (pendaftaran penanaman modal/izin prinsip penananaman modal) untuk bidang usaha jasa akomodasi (hotel berbintang dan hotel melati).

Moratorium tersebut kemudian berlaku dari 5 Januari 2011 sampai dengan adanya kajian detail terhadap kelayakan kebutuhan terhadap bidang usaha jasa akomodasi (Hotel berbintang dan hotel melati) di Bali.

Dicabutnya moratorium pembangunan hotel di Bali karena adanya kajian dari Universitas Udayana, bahwa sudah boleh dilakukan pembangunan hotel mengingat jumlah kunjungan wisatawan yang semakin tinggi.

“Dicabutnya moratorium kami bertumpu pada kajian Unud yang dibuat sejak 2012, dan hasilnya saat ini sudah keluar. Pembangunan hotel di wilayah Denpasar sudah bisa dimulai pada tahun 2017 sementara untuk di Badung tahun 2016,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan, meski moratorium sudah dicabut, sebenarnya pembangunan hotel di wilayah Badung juga masih terhambat. Pasalnya persyaratan membangun hotel harus ada lahan sekira 50 are, selain itu juga luas kamar harus sesuai dengan standar.

Sementara itu Kepala Badan Penanaman Modal Bali, Ida Bagus Parwata juga menegaskan, bahwa kajian Unud sudah menyatakan jumlah wisatawan lebih banyak dibandingkan dengan jumlah kamar hotel.

“Morarotarium ini sudah berjalan 6 tahun. Adanya moratorium ini untuk meratakan pembangunan ekonomi di Bali,” pungkasnya.

Sementara itu berdasarkan data PHRI Bali, di pulau Dewata ini sudah ada 130 ribu kamar. Apabila ada pembangunan hotel secara terus menerus dipastikan akupansi hotel tidak akan mengalami kenaikan.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini