Sultan HB X Napak Tilas Peristiwa Gempa Yogyakarta

Markus Yuwono, Sindoradio · Sabtu 09 April 2016 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 09 510 1358451 sultan-hb-x-napak-tilas-peristiwa-gempa-yogyakarta-87VCkjCZHq.jpg Sultan HB X saat mengunjungi lokasi gempa Yogyakarta 10 tahun yang lalu (Markus Yuwono/Sindo radio)

YOGYAKARTA - Menjelang peringatan 10 tahun gempa bumi Yogyakarta pada 27 Mei mendatang. Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X menggelar napak tilas kejadian bencana alam yang telah menelan ribuan jiwa tersebut, Sabtu (9/4/2016).

Didampingi sejumlah pejabat Pemda DIY dan Bupati Bantul, Suharsono. Orang nomor satu di DIY sekaligus Raja Yogyakarta ini mengunjungi Dusun Potrobayan, Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Di dusun Potrobayan, yang menjadi lokasi pertemuan dari dua sungai, yaitu Sungai Opak dan Sungai Oya, merupakan pusat gempa yang mengguncang Yogyakarta pada 27 Mei 2006 silam dengan kekuatan gempa 5,9 Skala Richter.

Di tempat tersebut, masih tersisa bekas-bekas kedahsyatan gempa yang terjadi sekira pukul 05.55 WIB tersebut.

"Saya teringat waktu itu, bagaimana cara membangkitkan masyarakat dari keterpurukan akibat gempa yaitu dengan semboyan ‘Kelangan bondo ora kelangan apa-apa, kelangan nyawa kelangan separo, ning nek kelangan harga diri kelangan kabeh (kalau kehilangan harta benda itu tidak kehilangan apa-apa, kehilangaan nyawa baru kehilangan separuh, kalau kehilangan harga diri itu kehilangan semua," kata Ngarso Dalem.

Diakuinya, penanganan dampak gempa di Yogyakarta tergolong cepat. Kuncinya ialah gotong royong. Bahkan, kecepatan penanganan pascagempa di Yogyakarta diakui dunia internasional.

"Kuncinya itu, kebersamaan dan gotong royong. Membantu membangun rumah tetangganya tanpa dibayar sebelum membangun rumahnya sendiri," jelasnya.

Sebelum meninggalkan lokasi, Sultah HB X berpesan agar warga tetap menjaga kerukunan dan gotong royong sebagai budaya masyarakat Yogyakarta. "Sesama masyarakat harus menjaga kebersamaan, masyarakat dengan pemerintah harus dijaga dan niscaya segala permasalahan dapat diselaikan dengan baik,"ungkapnya.

Sultan HB X lantas melanjutkan, perjalanan menuju Dusun Kembangsongo, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul. Di lokasi ini juga terdapat gunung purba yang juga mengalami kerusakan akibat gempa.

(fds)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini