Napak Tilas sebagai Penolak Lupa Gempa Yogya 2006

Markus Yuwono, Sindoradio · Sabtu 09 April 2016 22:14 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 09 510 1358637 napak-tilas-sebagai-penolak-lupa-gempa-yogya-2006-9gkim5ULXP.jpg Napak Tilas Gempa Yogya (Foto: Markus/Okezone)

YOGYAKARTA - Lokasi penambangan rakyat di Dusun Kembangsongo, Trimulyo, Jetis, Bantul, DIY merupakan wilayah zona patahan lama atau disebut sebagai jejak moyang secar opak. Napak tilas gubernur DIY merupakan bagian dari upaya agar masyarakat tidak lupa gempa yang pernah terjadi di Yogyakarta 2006 silam.

Dosen Teknik Geologi UPN “Veteran” Yogyakarta Prasetyadi mengatakan, di lokasi penambangan rakyat Dusun Kembangsongo, Trimulyo, masyarakat menambang batu dari gunung api purba untuk bahan bangunan. Saat dilakukan penelitian bekas galian, diketahui bekas patahan lama dan ketika ditarik garis lurus berada pada zona atau wilayah lurus secar opak.

"Kami berpendapat apa yang kita lihat sebagai secar itu, ya itulah bagian dari secar opak yang mungkin teraktifkan," ujarnya kepada wartawan seusai Jogja Earthquake Reflection 2006 Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Yogyakarta bersama Gubernur DIY Sri Sultan hamengku Buwono X.

Dengan kata lain, saat terjadi gempa 2006 akibat dari pengaktifan kembali secar opak. Hal itu dimungkinkan berada di bekas patahan lama yang ada di lokasi tambang batuan tersebut.

"Sultan (Gubernur DIY) juga sangat tertarik untuk menyaksikan dan mempelajari itu, bahkan beliau langsung menyatakan tempat itu harus dikonservasi karena tempat itu sangat baik untuk edukasi," jelasnya.

Dalam refleksi gempa 2006 ini, juga mengunjungi lokasi Sungai Opak di Dusun Potrobayan, Srihardono, Pundong. Tak hanya itu rombongan juga menelusuri sampai ke Candi Barong di Dusun candisari, Sambirejo, Prambanan dan Candi kedulan di Tirtomartani, Kalasan. Candi barong, salah satu lokasi dimana tidak terpengaruh adanya Gempa bumi.

"Kegempaan Yogya itu tergantung pada situsnya atau tempatnya dan Candi Barong mewakili tempat yang aman dari gangguan gempa," ulas Prasetyadi.

Dijelaskannya, candi Barong berada dalam batuan segar, dan keras. Sehingga tidak terdampak gempa bumi seperti wilayah dataran di sekitar Yogyakarta yang bebatuannya masih baru dab pasir. (Baca Juga: Sultan HB X Napak Tilas Peristiwa Gempa Yogyakarta)

"Jadi kalau mengalami gempa itu (wilayah dataran Yogya) justeru teranplifikas, jadi dampaknya bisa parah," bebernya.

Menurut dia, nampak tilas ini dimaksudkan untuk mengingatkan kembali kejadian gempa 2006. Salah satunya Dusun Pundong, dimana masyarakat mampu bangkit setelah adanya gempa.

"Pesan ini yang akan kita sebarkan kepada masyarakat umum, kewaspadaan harus tetap terjaga dan kalau perlu untuk bisa lebih baik,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan HB X melakukan tapak tilas gempa.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini