nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terkendala Biaya, Mahasiswa Ini Terancam Gagal Terima Penghargaan di AS

Erika Lia, Jurnalis · Senin 11 April 2016 17:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 04 11 65 1359775 terkendala-biaya-mahasiswa-ini-terancam-gagal-terima-penghargaan-di-as-RkxG0LzqeM.jpg Ghannez Novaldy Loreza bersama Sultan Keraton Kasepuhan, Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat. (Foto: Erika Lia/Okezone)

CIREBON - Seorang mahasiswa asal Cirebon, Ghannez Novaldy Loreza (21), direncanakan menerima penghargaan dan menjadi pembicara di Amerika Serikat (AS). Sayang, rencana warga Pilang Perdana, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, tersebut terancam tidak terwujud lantaran terkendala biaya.

Ghannez adalah mahasiwa Universitas Udayana (Unud) Bali yang pada 21 April mendatang direncanakan menerima penghargaan dan menjadi pembicara di Hawaii atas penelitiannya mengenai kepariwisataan. Penelitian Ghannez kemudian akan dipublikasikan dalam bentuk jurnal oleh Common Ground Publishing yang berada di bawah naungan Universitas Illinois, Chicago.

Saat ini, alumnus SMAN 6 Kota Cirebon tersebut dilanda kebingungan akibat kemungkinan tak bisa berangkat ke Hawaii. Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Dady Dahuri dan Yayah Muniah tersebut diketahui tak memiliki biaya untuk mendukung peluangnya mendulang prestasi di Negeri Paman Sam.

"Ayah saya bekerja di event organizer, kalau ada kegiatan saja beliau bisa bekerja. Ibu saya ibu rumah tangga biasa," katanya saat ditemui di sela pertemuannya dengan Sultan Keraton Kasepuhan, Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat, belum lama ini.

Bukan hanya keterbatasan ekonomi keluarga, pihak universitas pun tak dapat banyak membantu keberangkatannya ke Universitaa Hawaii, Manoa, tempat acara diselenggarakan. Padahal, Ghannez menyimpan asa besar untuk dapat berangkat dan menjadi pembicara atas penelitiannya.

Penelitian Ghannez sendiri berjudul "Practical Methods on Sustainable Tourism: Pemuteran Community Based Tourism" yang menjadikan Desa Pemuteran di Kabupaten Buleleng, Bali, sebagai objek penelitiannya. Dia menjelaskan, penelitiannya berkisar pariwisata berkelanjutan.

"Penelitian ini tentang bagaimana cara meningkatkan kesadaran wisata bagi masyarakat lokal," terangnya.

Menurutnya, kepariwisataan di Buleleng yang ada di bagian utara Bali, sesungguhnya telah maju. Sayang, belum terintegrasi secara menyeluruh.

Penelitiannya terutama merujuk pada keberadaan sebuah panti asuhan di Pemuteran. Meski secara umum Pemuteran maju dari sisi kepariwisataan, dari sisi sosial masih ada ketimpangan mengingat kondisi panti asuhan bersangkutan yang memprihatinkan.

"Contohnya, saat saya datang ke sana bersama teman-teman, mereka tak tahu arti mahasiswa. Mereka jauh dari hiruk pikuk Bali yang dikenal sebagai daerah wisata terbaik di Indonesia," papar pemuda kelahiran Cirebon, 23 November 1994 ini.

Dalam penelitiannya itulah, Ghannez mencoba menawarkan solusi berupa paket wisata yang akan membawa wisatawan mengunjungi panti asuhan dimaksud. Dari situ, diupayakan semacam dana sumbangan bagi panti dan penghuninya. Diharapkan, muncul pula kesadaran wisatawan maupun publik luas untuk membantu penghuni-penghuni panti asuhan.

Ghannez meyakinkan, penelitian yang diikutinya telah dikonfirmasikan dan benar adanya. Dengan kata lain, penghargaan yang akan diterimanya betul-betul nyata, begitu pula dengan rencana penunjukannya sebagai pembicara.

Sementara itu, Sultan Arief yang ditemui Ghannez, berjanji akan membantu. Dia pun menyambut baik penelitian Ghannez terutama karena berkaitan dengan kepariwisataan.

"Saya coba akan buat memo untuk Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata, maupun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, agar jalan Ghannez terbuka," janjinya.

Di sisi lain, dia pun mengharapkan pihak Universitas Udayana membimbing terkait rencana keberangkatan Ghannez secara optimal. Menurutnya, Ghannez berhak mendapat dukungan semua pihak, terutama pemerintah, apalagi mengingat mepetnya waktu Ghannez untuk menerima penghargaan tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini