nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kolaborasi Kampus Indonesia-Eropa untuk Modernisasi Perguruan Tinggi

Iradhatie Wurinanda, Jurnalis · Selasa 12 April 2016 11:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 04 12 65 1360463 kolaborasi-kampus-indonesia-eropa-untuk-modernisasi-perguruan-tinggi-0ESZKX84sN.jpg Dirjen Kelembagaan Kemristekdikti memberikan sambutannya. (Foto: Iradhatie/Okezone)

JAKARTA - Bina Nusantara University International menghelat acara Opening Ceremony Indoped bersama beberapa institusi pendidikan Eropa juga kampus-kampus Indonesia. Indoped merupakan sebuah proyek yang didanai Uni Eropa (EU) untuk mengakomodasi pengembangan pendidikan, baik di Indonesia maupun Eropa.

Kelima institusi pendidikan Eropa yang bergabung dalam proyek ini, meliputi Turku University of Applied Science (TUAS), Inholland University, University of Seville, Erhvervsakademi Aarhus (EAAA), dan University of Gdansk. Sedangkan enam institusi pendidikan Indonesia yang terlibat, yakni Binus University International (BUI), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Widya Mandala Katolik (UWMK), Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), dan Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC).

Proyek ini diharapkan mampu memperbarui sistem pendidikan universitas-universitas di Indonesia dengan pendekatan baru yang ditawarkan oleh universitas Eropa. Apalagi, kolaborasi antaruniversitas dan korporasi merupakan hal yang lumrah pada sistem pendidikan Eropa.

"Salah satu masalah pendidikan di Indonesia adalah ketidaksesuaian atas apa yang diajarkan di kampus, dan apa yang dibutuhkan oleh industri," tutur Dirjen Kelembagaan Kemristekdikti, Patdono Suwignjo di Binus University International, Jakarta, Selasa (12/4/2016).

Melalui proyek Indoped, universitas Eropa yang terlibat akan memperkenalkan dan membantu proses implementasi dari berbagai metode pembelajaran inovatif yang diyakini dapat mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan bisnis dan industri.

"Proyek ini diharapkan meningkatkan kapasitas mengajar para dosen di Tanah Air dan peningkatan keaktifan membangun kerjasama antaruniversitas dan korporasi," tambah Patdono.

Sementara acara Opening Ceremony sendiri diselenggarakan untuk menginisiasi komunikasi yang berkesinambungan antara stakeholder sehingga implementasi dapat dilaksanakan dengan efektif dan berkontribusi secara signifikan pendidikan di Indonesia. (afr)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini