nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pendidikan, Faktor Penting untuk Meningkatkan Daya Saing

Rabu 13 April 2016 13:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 04 13 542 1361688 pendidikan-faktor-penting-untuk-meningkatkan-daya-saing-OQLucNtBug.jpg Menteri Desa PDT dan Transmigrasi Marwan Jafar

Dalam buku 'Asia Future Shock', Michael Backman memprediksikan bahwa pertumbuhan penduduk di negara-negara Asia akan naik signifikan. Diperkirakan, secara keseluruhan pada 2027 nanti jumlah penduduk kota-kota di Asia akan bertambah sekitar 1,1 miliar jiwa dibandingkan posisi pada 2007.

Jumlah penduduk India diperkirakan akan menyamai penduduk China pada 2030. Sementara itu, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Cina akan mengalami peningkatan jumlah penduduk tua (aging population) secara tajam karena rendahnya angka kelahiran.

Digambarkan pula bahwa peningkatan penduduk di Asia tersebut akan menimbulkan masalah baru dalam perekonomian.

Pertama, ledakan penduduk di tengah terbatasnya penyerapan tenaga kerja, hal ini akan mengakibatkan pengangguran meningkat tajam. Pada 2050, diperkirakan setiap 10 orang usia angkatan kerja di China, tujuh orang di antaranya menganggur.

Kedua, terbatasnya lapangan kerja di pedesaan mengakibatkan terjadinya lonjakan urbanisasi. Kota-kota besar di China, Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand, dan Vietnam akan dua kali lipat besarnya dalam 20 tahun mendatang.

Fenomena tersebut memberikan gambaran kepada kita semua, bahwa pembangunan bangsa ke depan akan menghadapi tantangan yang tidak ringan serta peluang yang semakin terbuka. Dalam hal inilah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi faktor strategis dalam pembangunan ekonomi suatu bangsa.

Hanya bangsa dengan kualitas SDM mumpuni yang akan menjadi terdepan dalam persaingan antara bangsa di era globalisasi. Bangsa yang mampu memenangkan persaingan inilah sejatinya yang mampu mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Lembaga World Economic Forum (WEF) telah mengumumkan peringkat daya saing untuk tahun 2010. Indonesia berada pada ranking 54 dari 133 negara, kalah jauh dari negara tetangga seperti Singapura (peringkat tiga), Malaysia (24), Brunei Darussalam (32) dan Thailand (36).

Hasil survei ini menyampaikan bahwa ada persoalan dengan SDM. Sumber daya bermula dari tingkat pendidikan. Rendahnya tingkat pendidikan rata-rata penduduk Indonesia menyebabkan daya saing menjadi rendah.

Oleh karena itu, transmigrasi tidak boleh jadi halangan untuk bisa berkembang maju. Pendidikan harus diusahakan apapun caranya, karena dari sanalah kunci sukses bisa kita raih. Pertumbuhan baru dan kemajuan ekonomi pada setiap kota ditandai oleh tingkat pendidikannya masing-masing.

Founding fathers kita adalah orang-orang dengan pendidikan tinggi, bervisi dan penuh komitmen. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) akan selalu mengupayakan langkah-langkah demi kemajuan di bidang pendidikan pada masyarakat transmigrasi.

(uky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini