nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tumiyem Temukan Kerangka Manusia saat Ingin Wudhu

Markus Yuwono, Jurnalis · Senin 18 April 2016 01:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 04 18 510 1365298 tumiyem-temukan-kerangka-manusia-saat-ingin-wudhu-qzn8ETrcNZ.jpg Lokasi Penemuan Kerangka Manusia (Foto: Markus/Okezone)

YOGYAKARTA - Kerangka manusia ditemukan warga Dusun Rejosari, Srimartani, Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Kerangka manusia utuh itu tersangkut bersama sampah di sebuah sungai kecil.

Tumiyem, selaku penemu kerangka tersebut mengatakan, dirinya mengetahui pertama kali kerangka itu saat hendak mengambil air wudhu di samping rumahnya dan mencium bau bangkai yang cukup menyengat. Bersama suaminya dirinya menengok ke sungai kecil di belakang rumahnya.

“Saya bilang ke suami itu bau bangkai apa, begitu lihat di kali belakang rumah rupanya sudah ada itu (kerangka)," ujarnya, Minggu (17/4/2016).

Bersama tetangga sekitar, ia lantas melihat ke sungai tersebut. Setelah memastikan kerangka, dirinya melaporkan ke ketua RT dan dilanjutkan ke kepala dukuh lalu ke Polsek Piyungan. "Mungkin kerangka itu terbawa banjir yang semalam terjadi, soalnya 15 hari lalu di sawah atas sana juga ada bau bangkai," ucapnya.

Kepolisian yang mendapatkan laporan langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi kerangka yang diduga perempuan, karena di sekitar lokasi ditemukan pakaian dalam wanita. "Saat ditemukan sudah tercerai berai, dan ada pakaian dalam wanita di sekitar lokasi," kata Kapolsek Piyungan Kompol Tri Pujo Santoso.

Tri Pujo menambahkan pihaknya masih memeriksa saksi dan informasi terkait apakah ada warga yang hilang. "Ada informasi warga hilang dari desa Wukirharjo, Prambanan, perempuan, sekitar 20 an hari lalu, tetapi belum bisa dipastikan. Memang hilangnya warga itu tidak dilaporkan," katanya.

Kepala Dukuh Rejosari Didik Katoris mengakui ada warga dusun sebelah yakni Watukangsi, Wukirharjo, Prambanan hilang sekitar 25 hari yang lalu. Namun, diakuinya keluarga tersebut sulit dimintai keterangan. "Istrinya pak Slamet yang hilang sekitar 20 hari lalu, tetapi memang sulit untuk berkomunukasi," katanya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini