nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Abrasi, Nelayan di Jembrana Kesulitan Bersandar

ant, Jurnalis · Selasa 19 April 2016 11:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 04 19 340 1366601 abrasi-nelayan-di-jembrana-kesulitan-bersandar-CPQzCr48TA.jpg Ilustrasi

NEGARA - Abrasi yang terjadi di wilayah Kabupaten Jembrana membuat para nelayan yang menggunakan sampan di Dusun Ketapang Lampu, Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali, kesulitan untuk bersandar.

Oleh karena itu, para nelayan terpaksa mencari pantai yang lebih landai untuk menyandarkan sampan-sampan mereka. Puluhan nelayan di wilayah tersebut terpaksa memarkir sampan mereka sekira 300 meter dari lokasi semula, yang otomatis jaraknya lebih jauh dari rumah mereka.

"Menaruh sampan jauh dari rumah ada risikonya, bisa saja mesin sampan hilang karena jauh dari pengawasan pemiliknya," kata salah seorang nelayan, Samsul, Selasa (19/4/2016).

Samsul mengatakan, sebelum abrasi hebat melanda wilayah tersebut, dirinya serta nelayan lainnya memarkir sampan, hanya berjarak sekira 25 meter dari rumahnya. Sekarang, akibat abrasi, lokasi tersebut menjadi terjal, sehingga tidak bisa digunakan nelayan untuk menarik sampannya ke darat.

Karena lokasi sandar yang baru jauh dari rumahnya, ia mengaku, tidak bisa mengawasi peralatan sampannya tersebut, karena kalau membawa pulang setiap hari cukup berat.

"Kalau harus memikul mesin setiap hari saya tidak kuat. Saat-saat tidak capek atau dalam perbaikan saja saya membawanya pulang," ujarnya.

Meski begitu, Samsul dan para nelayan lainnya mengaku tidak berdaya, apalagi tanah yang termakan abrasi bukan milik mereka. Meskipun harus berjalan kaki lebih jauh, mereka terpaksa melakukannya, dan berharap lokasi sandar sampan yang baru tersebut tidak ikut tergerus abrasi.

Sebagian nelayan di Dusun Ketapang Lampu, tinggal di pinggir pantai dengan cara menyewa tanah, yang sekarang mulai habis tergerus abrasi.

Selain masalah lokasi parkir untuk sampannya, belasan nelayan juga harus mencari tempat tinggal yang baru, karena tanah sewaan yang mereka tempati saat ini jaraknya tinggal sekitar lima meter dari air laut.

(fds)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini