Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tambang Batu Kapur Ini Mulai Ditinggalkan

Agregasi Kedaulatan Rakyat , Jurnalis-Senin, 25 April 2016 |19:43 WIB
Tambang Batu Kapur Ini Mulai Ditinggalkan
seorang wanita penambang batu kapur (foto: krjogja)
A
A
A

YOGYA - Pertambangan batu kapur di Desa Bandardawung, Tawangmangu tak lagi diandalkan mencukupi kebutuhan hidup masyarakat di perbukitan kaki Gunung Lawu. Seiring berkurangnya permintaan bahan bangunan tersebut, jumlah penambang batu kapur menyusut drastis.

Kini, aktivitas penambangan batu kapur Bandardawung bergantung mengepulnya tobong gamping milik perajin tradisional bernama Paiman. Tobong ini satu-satunya tempat pembakaran gamping yang masih tersisa di kawasan tersebut.

Penggunaan gamping sebagai alternatif perekat bangunan mulai banyak tergeser semen yang lebih efektif dan efisien. Dampaknya, permintaan gamping merosot tajam.

“Dulunya, di Bandardawung terdapat 26 tobong. Ratusan warga menggantungkan ekonomi di pertambangan. Tapi sekarang hanya tersisa satu saja, milik Paiman. Penggunaan semen untuk perekat lebih banyak dimanfaatkan daripada gamping,” kata Kepala Desa Bandardawung, Suratno, seperti dilansir dari KRjogja.com.

Dia menjelaskan bebatuan ini diangkut dari lokasi ke tobong dengan truk atau kendaraan roda dua. Padahal, sebenarnya persediaan batu gamping di perbukitan kapur Bandardawung masih melimpah."Kalau permintaan sedikit apa tetap ditambang? Mengambil batu kapur hanya 'samben' selain bercocok tanam,” terangnya.

Penambang, Parti (48) mengaku mampu mengangkut setengah ton batu kapur per hari dari lokasi pengambilan ke tempat penumpulan dengan menempuh medan berbukit dan ekstrem. Ibu rumah tangga ini memperoleh imbalan Rp 9 ribu untuk tiap kuintal batu kapur. "Sehari bisa sampai 10 kali bolak balik,” katanya seraya menyebut pendapatannya rata-rata Rp 50 ribu per hari.

(Amril Amarullah (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement