Hari Buruh, Aliansi Jurnalis Independen Denpasar Tolak Upah Murah

Puji Sukiswanti , Sindonews · Minggu 01 Mei 2016 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 01 340 1377385 hari-buruh-aliansi-jurnalis-independen-denpasar-tolak-upah-murah-TE6UBKftiu.jpg AJI Denpasar menggelar aksi unjuk rasa. (Foto: Puji Sukiswanti)

DENPASAR โ€“ Pada Hari Buruh kali ini Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar menyuarakan aksinya tolak upah murah untuk wartawan. Selain itu, AJI Denpasar menolak adanya pemutusan kontrak kerja dan menuntut adanya kesejahteraan bagi wartawan.

Ketua AJI Denpasar, Hari Puspita mengatakan, ketika wartawan mendapatkan gaji yang sesuai dengan profesinya, dia akan membuat produk atau membuat tulisan yang berkualitas.

โ€œItu di luar adanya persoalan amplop-amplop. Seharusnya perusahaan media mengerti akan kondisi wartawanya. Mereka tidak boleh mengambil keuntungan saja. Di Bali ini banyak media dijadikan kepentingan politik,โ€ ujarnya saat memperingati Hari Buruh di Renon, Denpasar, Minggu (1/5/2016).

(Baca Juga : May Day, Jurnalis Bandung Gelar Aksi Solidaritas)

Hari mengungkapkan, wartawan merupakan pekerjaan profesi. Namun, selama ini gaji atau honor yang diterima wartawan sama halnya dengan buruh, bahkan lebih rendah dari buruh. Di Bali saat ini masih banyak wartawan yang menerima gaji sesuai di bawah standar upah minimun regional (UMP) sebesar Rp1,7 Juta.

โ€œBanyak wartawan yang hingga saat ini menerima gaji di bawah standar profesi jurnaslis. Mereka tidak memiliki jaminan sosial, seperti jaminan kesehatan, kecelakaan kerja, pensiunan, dan Jaminan Hari Tua. Padahal itu sudah tertuang dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, UU Sistem Jaminan Sosial Nasional, dan lainnya yang hingga saat ini belum dipenuhi perusahaan media, terutama jurnalis kontrak seperti kontributor. Ini menjadi perhatian dan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,โ€ paparnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini