Bupati Tolak Pekerja Asing Setingkat Buruh Masuk Karanganyar

Bramantyo, Okezone · Minggu 01 Mei 2016 14:48 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 01 512 1377413 bupati-tolak-pekerja-asing-setingkat-buruh-masuk-karanganyar-s3RjBZow6n.jpg Ilustrasi (Okezone)

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar Juliatmono ikut memperingati Hari Buruh dengan jalan kaki sehat bersama ribuan buruh. Kegiatan ini untuk mengganti demonstrasi yang biasa digelar pada setiap May Day.

Jalan sehat ini mengambil titik awal dari plaza alun-alun depan rumah dinas bupati. Juliatmono ditemani Wakil Bupati Rohadi Widodo serta pejabat teras Kabupaten Karanganyar yang berada di bawah lereng Gunung Lawu lainnya.

Juliatmono mengatakan, berkumpulnya ribuan buruh di Kabupaten Karanganyar ini membuktikan kerukunan antara buruh, pengusaha, dan pemerintah. Menurutnya, kerukunan merupakan kunci membangun wilayah yang terletak di wilayah paling timur di Jawa Tengah ini.

"Kerukunan itu kunci kita bersama membangun Karanganyar. Meski ekonomi sedang sulit, kita berusaha tidak ada PHK. Bahkan kita ciptakan lapangan kerja baru," ujar Juliatmono, Minggu (1/5/2016).

(Baca Juga : Upah Buruh di Pamekasan Masih di Bawah UMK)

Menurutnya, tugas utama pihaknya yang berada di pemerintahan yaitu ikut memperjuangkan hak-hak pekerja. Salah satunya, Juliatmono meminta para pengusaha dan para pekerja untuk menolak masuknya pekerja asing sekelas buruh di wilayah Karanganyar.

"Jangan sampai pekerja asing di level bawah menggeser peluang kerja warga setempat yang masih sangat butuh lapangan pekerjaan," paparnya.

Pekerja asing atau ekspatriat yang bisa masuk ke Karanganyar, Juliatmono mengungkapkan, haruslah sekelas manajer ke atas, bukan malah mempekerjakan pekerja kasar dan mengabaikan pekerja lokal. Jika masih dipekerjakan, pengusaha harus segera memulangkan mereka ke negara asal.

Wilayah Karanganyar belum menemukan ekpansi tenaga asing sekelas buruh. Namun, hal tersebut tetap harus diwaspadai karena bisa mengancam keberadaan tenaga lokal.

"Saat ini formasi tenaga kerja asing di Karanganyar sudah ada, namun untuk level yang lebih tinggi dan memang keahliannya dibutuhkan perusahaan," ucap Juliatmono.

Ia menegaskan, meski tenaga asing belum 'membanjiri' Karanganyar, dirinya tetap meminta Dinsosnakertrans Karanganyar terus memantau keberadaan tenaga asing.

"Yang jelas, menengah ke bawah bisa diambilkan dari tenaga kerja asal Karanganyar sendiri," katanya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini