nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aksi Pungut Sampah Warnai Demo Buruh di Malang

Hari Istiawan, Jurnalis · Minggu 01 Mei 2016 13:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 05 01 519 1377372 aksi-pungut-sampah-warnai-demo-buruh-di-malang-KjP7Zz3dxV.jpg Ilustrasi (Okezone)

MALANG - Peringatan Hari Buruh Internasional di Malang digelar di dua titik yakni di kawasan car free day Jalan Ijen dan Balai Kota Malang, Jawa Timur.

Ratusan buruh menggelar aksi di Jalan Ijen menamakan diri Aliansi Rakyat Malang Bersatu yang merupakan gabungan dari beberapa serikat pekerja, jurnalis, dan mahasiswa.

Mereka menuntut pemerintah agar mencabut PP Nomor 78 tahun 2015 karena beberapa pasalnya dinilai merugikan kaum buruh. Di antaranya adalah soal kebutuhan hidup layak (KHL) yang ditinjau selama lima tahun sekali, dan tak berfungsinya Dewan Pengupahan.

"Kenaikan upah berdasarkan tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi juga menjadi masalah," ujar juru bicara aksi, Firman Rendy, Minggu (1/5/2016).

Mereka ikut menyorot kasus-kasus kriminalisasi aktivis buruh juga masih terjadi di Malang. Bahkan, sistem kerja kontrak dan outsourcing juga memperlemah posisi buruh. Kebebasan berserikat di perusahaan yang ada di Malang Raya juga dinilai memrihatinkan.

Kondisi perburuhan di perusahaan media tak kalah memrihatinkan. Koordinator Bidang Advokasi dan Ketenagakerjaan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang, Yatimul Ainun menegaskan, minimnya serikat pekerja di perusahaan media juga menjadi masalah serius yang harus segera diatasi.

Ainun mengajak para jurnalis atau pekerja di industri media membentuk serikat pekerja, untuk menuntut hak-haknya yang selama ini tidak dipenuhi perusahaan.

"Upah di bawah UMK, tidak adanya jaminan sosial, dan satus hubungan ketenagakerjaan, di perusahaan media masih menyelimuti kuli tinta," ujarnya.

Di sela-sela orasi buruh, secara tiba-tiba ada gerakan belasan pemuda dari 'Malang Itreng' menyebar di sela-sela buruh dan memunguti sampah.

"Ini salah shock juga bagi masyarakat untuk bisa membuang sampah pada tempatnya," kata Koordinator Malang Itreng, Hendry Tri Priyo Handoko.

Menurutnya, ini merupakan bentuk kepedulian dan merupakan gerakan insidentil dan penyadaran kepada masyarakat agar peduli terhadap kebersihan.

Ia juga menilai Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang yang kurang menyediakan fasilitas tempat pembuangan sampah di ruang-ruang publik termasuk tempat sampah portable.

Sementara itu, di titik depan Balai Kota Malang, juga digelar aksi serupa yang dihibur musik di atas panggung disediakan pemerintah. Wali Kota Malang, Moch Anton dalam sambutannya mengatakan, pemerintah akan selalu hadir memperjuangkan kesejahteraan kaum pekerja.

"Tidak ada buruh, produksi tidak akan berjalan, dan pertumbuhan ekonomi tidak akan terjadi," kata Anton.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini