nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masjid Peninggalan Perang Etnis Bosnia Dibuka Kembali

Silviana Dharma, Jurnalis · Minggu 08 Mei 2016 06:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 05 08 18 1382647 masjid-peninggalan-perang-etnis-bosnia-dibuka-kembali-UEkgGbgNhZ.jpg Masjid Ferhad Pasha dibangun pada abad ke-16. (Foto: Reuters)

BANJA LUKA – Masjid Peninggalan Perang Etnis di Bosnia, Ferhad Pasha, baru saja dibuka kembali untuk umum oleh pemerintah setempat. Bangunan ibadah yang merupakan mahakarya arsitektur Kekaisaran Ottoman itu sebelumnya dihancurkan pasukan Serbia dalam perang pada 1990-an.

Kini setelah menjalani masa pemugaran selama 14 tahun lebih, tempat beribadah umat Muslim di Banja Luka itu telah selesai direnovasi. Penambalan di sisi bangunan yang rusak dibom diupayakan menggunakan batuan asli yang dipakai pada zamannya.

Pemerintah Bosnia, Serbia menjelaskan, pembukaan Masjid Ferhadija pada Sabtu 7 Mei 2016 adalah bukti komitmen pemerintah untuk mengedepankan aspek toleransi kehidupan beragama.

“Bosnia-Herzegovina, dengan umat Muslimnya, Katolik, Ortodoks dan Yahudi, adalah satu tubuh, satu hati. Jika ada upaya untuk memisahkannya, berarti hati itulah yang dibelah,” ujar Mantan Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut di Bosnia, demikian yang disitat dari BBC, Minggu (8/5/2016).

Pembukaan masjid dihadiri oleh ribuan umat dan dijaga secara ketat. Sedikitnya 1000 petugas dikerahkan untuk menjaga keamanan di sekitar jalan yang dilalui rombongan bus umat Muslim dari berbagai negara.

Beberapa akses jalan di pusat kota sempat ditutup untuk menghalau kepadatan lalu lintas dan konsumsi alkohol selama prosesi dilarang.

Ucapan selamat dan tanggapan positif juga berdatangan dari PBB, Uni Eropa dan para pendeta Kristen Orthodox, serta uskup Katolik.

Masjid Ferhad Pasha diledakan sekira 23 tahun yang lalu, momen saat puncak perang sipil di Yugoslavia pecah. Kala itu, muslim Bosnia, Kroasia dan non-Serbia diusir dari kediaman mereka ke pengasingan, sebagai taktik pembersihan etnis.

Pada masa perang Bosnia, sedikitnya 100 ribu orang meninggal. Konflik bersenjata itu terus berlangsung hingga empat tahun lamanya, sampai perjanjian damai berhasil disepakati pada 1995. Kedua negara yang bertikai saat itu dimediasi oleh Amerika Serikat.

Banja Luka adalah Ibu Kota Republik Srpska, salah satu dari dua entitas yang tergabung dalam Bosnia-Herzegovina. Diperkirakan saat ini, populasi Muslim di Banja Luka sekarang hanya tersisa 10 persen saja.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini