nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

"Teroris Bukan Islam, Islam Bukan Teroris!"

Regina Fiardini, Jurnalis · Senin 09 Mei 2016 16:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 05 09 337 1383776 teroris-bukan-islam-islam-bukan-teroris-09GklO5h2z.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Simbol Islam kerap digunakan saat kelompok teroris melakukan aksinya. Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Hamidin pun menilai hal itu lantaran Islam merupakan agama mayoritas di Indonesia.

"Teroris bukan Islam, Islam bukan teroris. Karena mayoritas kita agama Islam, agama kita yang dipakai," kata Hamidin dalam acara International Summit of the Moderate Islamic Leaders (ISOMIL) di Jakarta Conventiom Center (JCC), Jakarta Selatan, Senin (9/5/2016).

(Baca Juga: Gabung Kelompok Santoso, Satgas Tinombala Tangkap Warga Riau)

Dalam kesempatannya, Hamidin menceritakan bahwa ia pernah menangkap seorang teroris bernama Basri. Namun berdasarkan pertimbangan hakim yang mengacu pada hak asasi manusia (HAM), Basri hanya dijerat hukuman penjara.

"Ada teroris yang saya tangkap namanya Basri. Karena pertimbangan hakim dan HAM yang mendasar manusiawi, maka yang bersangkutan ditahan di Lapas Nusakambangan. Lalu apa yang terjadi? Lari. Sekarang gabung sama Santoso," jelas Hamidin.

Salah satu alasan yang membuatnya yakin bahwa teroris bukan Islam ialah banyaknya tato yang melekat di badannya. Tato tersebut ada yang berlambang perempuan telanjang.

"Di badannya ada tato. Dia juga tidak bisa jawab, padahal yang ditanya simbol Islam. Akhirnya sekarang apa? Dia jadi tangan kanan Santoso," tutupnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini