nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bangladesh Gantung Penjahat Perang

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 11 Mei 2016 18:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 05 11 18 1385589 bangladesh-gantung-penjahat-perang-mhcPgaKjjb.jpg Penjahat perang Bangladesh Motiur Rahman Nizami (Foto: Rafiqur Rahman/Reuters)

DHAKA – Pemimpin gerakan terkemuka di Bangladesh, Motiur Rahman Nizami, dieksekusi mati dengan cara digantung. Pria berusia 73 tahun itu dituduh melakukan tindakan kriminal selama perang kemerdekaan Bangladesh dari Pakistan pada 1971.

Pemimpin Partai Islam terbesar Bangladesh, Jamaat-el-Islami, itu terbukti bersalah dalam kasus genosida, pemerkosaan, dan penyiksaan. Menteri Hukum Bangladesh Anisul Haq mengonfirmasi eksekusi mati terhadap Nizami dilakukan pada Rabu 11 Mei 2016 dini hari waktu setempat.

Ratusan orang berkumpul di luar penjara di Ibu Kota Dhaka untuk merayakan eksekusi mati Nizami. Pria berjenggot putih itu merupakan pemimpin oposisi kelima yang dieksekusi mati sejak Desember 2013 atas kejahatan perang.

Eksekusi dilakukan setelah banding Nizami pekan lalu ditolak. Dia sebenarnya memiliki satu kesempatan dengan mengajukan grasi kepada Presiden Abdul Hamid. Namun, usulan itu ditolaknya. Bangladesh memandang hukuman mati itu penting untuk memulihkan luka pascaperang meski dikritik keras oleh aktivis hak asasi manusia (HAM).

“Nizami telah diperlakukan tidak adil. Dia adalah korban dari balas dendam secara politik,” seru Ketua Partai Jamaat-el-Islami, Maqbul Ahmad, seperti dimuat BBC, Rabu (11/5/2016). Partai beraliran Islam tersebut juga meminta pendukungnya melakukan demonstrasi massa di seantero Bangladesh demi memprotes eksekusi mati terhadap Nizami.

Nizami terbukti bersalah karena membentuk pasukan pemberontak yang membantu Pakistan mengidentifikasi dan membunuh aktivis pro-kemerdekaan Bangladesh. Persidangan terhadap kasusnya dicetuskan oleh Perdana Menteri Sheikh Hasina yang ingin menuntaskan kasus kejahatan selama perang kemerdekaan.

(wab)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini