nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Biaya Kuliah di UGM Mahal?

Agregasi Kedaulatan Rakyat, Jurnalis · Kamis 12 Mei 2016 12:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 05 12 65 1386426 biaya-kuliah-di-ugm-mahal-OzPwb1c7mO.jpg Kampus UGM (foto: istimewa)

YOGYA – Siapa bilang kuliah di UGM mahal? Itulah yang pertama kali terucap dari bibir Dalimin (59). Warga RT 03, Sribitan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, tersebut sehari-hari bekerja sebagai tukang kayu. Sedangkan istrinya, Maryani (52), guru honorer di sebuah TK di daerah tempat tinggalnya.

Dalimin ini adalah salah satu orang tua yang bangga karena dua anaknya, yaitu Heru Pramono dan Heri Mulyati bisa kuliah di UGM, bahkan hingga jenjang S2. Heru Pramono lulus S1 Jurusan Perikanan tahun 2010. Lalu melanjutkan S2 Jurusan Bioteknologi Sekolah Pascasarjana.

Adiknya, Heri Mulyati lulus S1 Jurusan Geografi tahun 2012. Kemudian melanjutkan studinya di Program Studi S2 Manajemen Bencana. "Alhamdulillah semuanya lancar kuliah di UGM. Bahkan, mereka sempat menjadi lulusan terbaik,”kenang Dalimin.

Dalimin membantah pandangan beberapa kalangan yang menilai kuliah di UGM mahal dan hanya untuk kalangan mampu saja. Ini terbukti dari dua anaknya yang sukses kuliah di UGM. Sejak masuk hingga akhir kuliah anak-anaknya mendapatkan bantuan beasiswa pendidikan dari Tanoto Foundation.

"Beasiswa keduanya kebetulan dari Tanoto Foundation. Sempat membayar biaya kuliah di semester satu saja setelah itu dapat beasiswa," imbuhnya, dikutip dari KRjogja.com.

Dia menceritakan kedua anaknya memang sejak awal memiliki minat untuk kuliah di UGM. Halangan ekonomi tidak menyurutkan semangat anak-anaknya kuliah di UGM. Tidak jarang untuk berangkat kuliah dari Bantul hingga kampus UGM, Heru dan Heri harus rela naik sepeda.

"Ketika kuliah S2 pun mereka masih sering berangkat dengan naik sepeda. Kalau capai mereka tinggal di kos dan seminggu sekali baru pulang," katanya.

Rasa bangga Dalimin kian bertambah karena setelah kuliah kedua anaknya bekerja menjadi dosen. Heru menjadi dosen di Universitas Airlangga, sementara Heri tinggal menunggu panggilan untuk masuk menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi di Jawa Timur.

Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Senawi mengatakan jumlah mahasiswa yang orang tuanya berpenghasilan di bawah 1 juta setiap tahun terus bertambah. Jika tahun 2013 jumlah mahasiswa yang masuk melalui semua jalur dengan UKT 1 (penghasilan orangtua di bawah 1 juta) berjumlah 544, tahun 2014 naik menjadi 567 mahasiswa dan 689 mahasiswa di tahun 2015.

"Artinya, UGM memang menjadi sumber harapan bagi kelompok masyarakat ekonomi kurang mampu untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus mengangkat harkat dan martabat keluarga,” kata Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Senawi.

Senawi menambahkan UGM sebagai universitas kerakyatan selalu membuka akses pendidikan seluas-luasnya untuk segenap anak bangsa yang berprestasi. UGM memiliki banyak sumber beasiswa untuk para mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu secara finansial. Tahun 2015, UGM memiliki 136 jenis beasiswa dengan total dana Rp194.001.904.000.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini