nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Yang Tersisa dari Kisah Yuyun, Diperkosa saat Bawa Bendera Merah Putih (2)

Demon Fajri, Jurnalis · Rabu 18 Mei 2016 08:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 05 18 340 1391271 yang-tersisa-dari-kisah-yuyun-diperkosa-saat-bawa-bendera-merah-putih-2-5Z8Ej1h5qm.jpg Lilin dinyalakan sebagai ungkapan duka cita untuk Yuyun. (Foto: Antara)

BENGKULU - Hari ini tepat 47 hari kepergian Yuyun (14), siswi SMP di Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, yang menjadi korban pemerkosaan massal berujung kematian oleh 14 remaja pada Sabtu 2 April 2016.

Kejadian yang menimpa gadis desa ini membuat kedua orangtuanya, bahkan saudara kembarnya, Yayan terpukul.

Dari keluarga Yuyun, diketahui korban merupakan gadis desa yang penuh semangat. Itu tampak dari prestasi Yuyun yang selalu juara kelas di SMP Kecamatan Padang Ulak Tanding.

Bahkan, semangatnya juga terlihat dengan kebiasaan Yuyun berjalan kaki sekira 1 Km agar tiba di sekolah. Dalam perjalanan itu tentunya melewati hutan serta area perkebunan yang sepi.

Namun nahas, saat ia kembali berjalan kaki 1 Km untuk pulang sekolah, Yuyun dicegat 14 remaja pada Sabtu 2 April 2016 sekira pukul 12.31 WIB.

Sebelum mencegat, awalnya pelaku berkumpul di salah satu tersangka berinisial DE sambil mengonsumsi minuman keras (miras) jenis tuak.

Satu jam kemudian, dalam keadaan mabuk, mereka keluar rumah dan duduk di tepi jalan perkebunan karet di Desa Kasie Kasubun, di daerah yang selalu dilintasi Yuyun ketika berangkat dan pulang sekolah.

Selanjutnya, belasan begundal itu melihat korban pulang sekolah sendirian. Korban pulang dengan membawa alas meja dan bendera merah putih untuk dicuci persiapan upacara hari Senin.

Setelah dicegat, Yuyun langsung disekap para begundal itu. Kepala korban diduga dipukul dengan kayu, kaki dan tangannnya diikat, leher dicekik. Kemudian secara bergiliran pelaku memperkosa Yuyun.

Bahkan, ada tersangka yang diduga mengulang perbuatannya dua hingga tiga kali. Tidak sampai disitu. Selanjutnya mereka membuang tubuh korban ke dalam jurang.

Usai menjalankan aksi biadapnya, penjahat itu menutupi korban dengan dedaunan dan kembali ke rumah masing-masing. Dari hasil visum, Yuyun diduga sudah meninggal saat pemerkosaan sedang berlangsung.

Pada Minggu 3 April 2016, orangtua korban pulang dari kebun dan langsung mencari Yuyun hingga malam hari. Pada malam itu juga keluarga korban melakukan yasinan bersama warga lain.

Kemudian, pada Senin 4 April 2016 sekira pukul 13.01 WIB, mayat korban ditemukan pertama kali oleh Da (45) dalam kondisi bugil tertutup daun pakis. Di wajah korban terdapat lebam dan tanda kekerasan di bagian kemaluan.  [Baca Juga: Mengenang Yuyun Juara MTQ Korban Pemerkosaan Massal (1)]

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini