Image

Mahasiswa UB Kembangkan Polisi Tidur Penghasil Listrik

ant, Jurnalis · Jum'at, 20 Mei 2016 - 09:03 WIB
Ilustrasi: speedbumpsandhumps.com Ilustrasi: speedbumpsandhumps.com

MALANG - Empat mahasiswa jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) Malang, mengembangkan konsep polisi tidur yang dapat berfungsi sebagai penghasil listrik. Inovasi ini mereka namai Polisi Tidur Penghasil Energi Terbarukan atau Potret.

Tim Potret terdiri dari Doni Darmawan Putra, Hasan, Anthony Wijoyo, dan Ridho Darmawan dengan dosen pembimbing Eka Maulana. Alat yang masuk nominasi lima besar penghargaan Inovasi Teknologi Kota Malang (INOTEK) 2016 bidang Energi ini menerapkan hukum kekekalan energi untuk menghasilkan energi listrik.

"Kami memanfaatkan perubahan energi potensial pegas yang kami tempatkan di bawah polisi tidur," kata ketua Tim Potret, Doni Darmawan Putra di Malang.

Perubahan energi ini, jelas Doni, disebabkan tekanan kendaraan yang melintas. Kemudian energi tersebut berubah menjadi energi kinetik dan memutar rotor dari generator DC. Dalam prinsip mesin listrik, perubahan kecepatan dalam suatu medan magnet akan menghasilkan tegangan terinduksi pada sisi stator generator DC.

Saat rangkaian digabungkan dengan accumulator (aki) lanjutnya, akan terjadi aliran arus listrik yang secara perlahan bakal mengisi tegangan pada aki. Energi yang disimpan pada aki dapat digunakan untuk penerangan jalan saat malam hari atau keperluan lainnya.

"Apabila dalam sehari terdapat 1.000 kendaraan dengan berat rata-rata 1.000-2.000 kilogram, gear akan memutar generator dengan kecepatan putar 1.000-1.250 rpm. Maka output dari sistem ini dapat digunakan untuk menyalakan empat lampu masing-masing 40 watt selama 10 jam setiap hari," paparnya.

Karya riset unggulan Program Kreativitas Mahasiswa yang didanai Dikti ini merupakan alat generasi ketiga. Sebelumnya tim telah mengembangkan konsep serupa dengan sumber energi gerakan air. Namun, menerapkan Potret dengan memanfaatkan air dikhawatirkan dapat memicu korsleting listrik.

Hingga akhirnya tim mewujudkan karya yang seperti saat ini. Alat yang saat ini sedang dalam proses paten tersebut memiliki keunggulan aman, mudah dipindahkan dan tidak terpengaruh cuaca. Potret dapat diterapkan pada pintu gerbang kampus, mal atau jalan tol yang terdapat portal.

Pada jalan yang terdapat portal tersebut lebih dahulu dilubangi untuk diisi dengan pegas. Selanjutnya, di atas pegas dapat ditempatkan polisi tidur yang terbuat dari besi atau seng tebal. Alat Potret ditempatkan di samping polisi tidur tersebut.

"Proses produksi sebuah alat Potret menghabiskan dana sekira Rp4 juta. Kami terus berinovasi dengan alat ini. Pandangan ke depan dengan prinsip dasar alat ini dapat digunakan pula di alat-alat fitness untuk menghasilkan energi listrik terbarukan," pungkasnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming