nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Austria Sudah Tetapkan Presiden Baru

Silviana Dharma, Jurnalis · Selasa 24 Mei 2016 12:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 05 24 18 1396370 austria-sudah-tetapkan-presiden-baru-WUnuuPlVqL.jpg Alexander Van der Bellen, Presiden Terpilih Austria 2016. (Foto: EPA)

WINA – Austria akhirnya sudah menetapkan presiden baru pada Senin 23 Mei 2016 sekira pukul 13.30 waktu setempat. Berdasarkan hasil perhitungan suara, mantan ketua Partai Hijau Alexander Van der Bellen unggul 31 ribu suara dari kandidat Partai Kebebasan Norbert Hofer.

Hasil ini terbilang di luar dugaan, karena sehari sebelumnya, Hofer yang selalu berada di urutan teratas jajak pendapat, dijagokan akan menang dalam pemilu presiden tahun ini. Pendukung mereka bahkan sudah sesumbar sebagai tim pemenang sebelum pemungutan atas 4,6 juta suara diambil pada Minggu 22 Mei 2016.

Dilansir Time, Selasa (24/5/2016), Alexander Van der Bellen yang maju melalui jalur independen dan berafiliasi politik kiri, resmi terpilih sebagai presiden baru Austria dengan perolehan 50,3 persen. Menang tipis dari Hofer yang antiimigran dengan persentase sebesar 49,7 persen.

Austria termasuk negara maju di Eropa. Perekonomian dan angka pengangguran sama sekali tidak bermasalah. Rakyat juga hidup dengan sejahtera. Untuk itulah, kedua kandidat presiden memfokuskan kampanyenya pada persoalan imigrasi.

Jika Hofer menang, maka Austria akan mengikuti negara-negara di Benua Biru lain untuk menutup perbatasan dan meningkatkan tekanan untuk mengontrol kedatangan pengungsi. Sedangkan kebijakan yang diusung Van der Bellen menunjukkan sebaliknya.

“Kita setara. (Persoalan pengungsi adalah) dua bagian yang menentukan Austria. Bersama-sama kita akan membentuk Austria yang indah ini,” kata ekonom berusia 72 tahun tersebut.

Van der Bellen juga mendapat dukungan politis dari kubu Pro-Uni Eropa di Austria. Kelompok ini mendukung kebijakan imigrasi yang manusiawi dan intinya bertentangan sekali dengan kebijakan yang dicanangkan partai kanan.

Dengan demikian, Van der Bellen akan menggantikan Presiden Heinz Fischer dari Partai Demokrat Sosial, yang menjabat sejak 8 Juli 2004.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini