Share

IOM Gambarkan Dampak Perlakuan Buruk terhadap PRT

Silviana Dharma, Okezone · Rabu 25 Mei 2016 18:48 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 25 18 1397714 iom-gambarkan-dampak-perlakuan-buruk-terhadap-prt-QPoHJNsQXS.jpg Tara Dermott (paling kiri). (Foto: Silviana Dharma/Okezone)

JAKARTA - Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) memaparkan, banyak negara di dunia belum mengikutsertakan pekerja informal seperti pembantu rumah tangga (PRT) di dalam hukum ketenagakerjaan atau perjanjian tenaga kerja formal dengan negara lain.

Hal ini mengakibatkan para PRT tidak memiliki hak yang sama dengan pekerja lain, seperti perlindungan jaminan sosial, upah yang adil dan jam kerja yang layak. Selain itu, visa untuk PRT di beberapa negara harus menyertakan nama pengguna jasa yang mempekerjakan mereka.

Agar masyarakat memahami lebih jelas pentingnya memperlakukan PRT dengan baik, IOM menggambarkannya dalam film produksi sendiri yang mengisahkan tentang Lisa, seorang PRT asal Filipina yang bekerja di Singapura.

Majikannya seorang perempuan, yang sibuk bekerja, suaminya sering pergi dinas dan anak perempuannya, June, selalu ditinggal sendiri di rumah. Pada mulanya, si majikan memperlakukan Lisa dengan buruk, dokumen-dokumen pentingnya disita.

“Mereka menyita paspor dan dokumen lain milik pekerja domestik, mengganggap hal itu wajar-wajar saja,” terang Project Officer Nasional untuk Program Migrasi, Kantor Wilayah Perempuan PBB untuk Asia Pasifik, Sukanya Thongthumrong.

“Sebenarnya maksudnya baik, untuk melindungi mereka tertipu di luar sana dan agar tidak hilang, serta memastikan mereka tidak kabur. Tapi mereka (PRT) jadi tidak bebas,” lanjutnya.

Sang majikan bahkan menyuruhnya tidur di gudang, makan setelah majikan selesai dan memarahinya jika salah. Hal ini disaksikan June yang masih kecil.

Melihat ibunya memaki dan mendorong PRT karena dia tidak sengaja menumpahkan makanan, June menirunya ketika ibu kantin di sekolah melakukan kesalahan yang sama padanya.

Orangtua June pun dipanggil ke sekolah. Momen inilah yang membuat si ibu sadar bahwa memperlakukan PRT-nya dengan buruk akan berdampak buruk juga bagi keluarganya. Namun jika memperlakukan PRT dengan hormat dapat mewujudkan kehidupan rumah tangga yang lebih berbahagia.

“Pengguna jasa adalah agen perubahan dalam menghentikan eksploitasi terhadap PRT. Tujuan ‘Open Doors’ adalah mendorong mereka untuk menjadi orang-orang terdepan dalam menciptakan lingkungan rumah yang nyaman (happy home) sehingga tidak ada lagi eksploitasi,” tegas Ketua Program IOM X Tara Dermott.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini