Terkait Masalah Toilet Transgender, 11 Negara Bagian Tuntut Obama

Emirald Julio, Okezone · Kamis 26 Mei 2016 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 26 18 1398012 terkait-masalah-toilet-transgender-11-negara-bagian-tuntut-obama-j91RUA1XFe.jpg Foto toilet unisex di Amerika Serikat (Foto: The Guardian)

WASHINGTON – Sebanyak 11 negara bagian di Amerika Serikat (AS), di mana sembilan di antaranya dipimpin oleh gubernur dari Partai Republik, telah mengajukan tuntutan kepada pemerintahan Obama terkait kebijakan toilet transgender.

Dilaporkan, para pemimpin negara bagian tersebut menuntut untuk dihentikannya peraturan federal baru yang mengharuskan seluruh sekolah negeri mengizinkan para siswa transgender menggunakan toilet dan fasilitas lainnya yang mereka (para siswa) anggap paling nyaman dengan orientasi seksualnya.

Sebagaimana dilansir Xinhua, Kamis (26/5/2016), Gubernur Texas, Greg Abbot mengumumkan tuntutan tersebut pada Rabu 25 Mei 2016 melalui akun Twitter. Pada konferensi pers yang diadakan di hari yang sama, Abbot menuduh pemerintah federal AS sudah melampaui batas dengan peraturan baru ini.

NBC juga mewartakan bahwa tuntutan ini juga sudah diajukan secara formal di Pengadilan US District Court Northern District of Texas (pengadilan distrik Texas Utara).

Selain di Texas, tuntutan juga diajukan oleh Alabama, Wisconsin, West Virginia, Tennessee, Oklahoma, Lousiana, Utah, Georgia, lalu  Gubernur Paul LePage dari Maine, Dinas Pendidikan Arizona, serta dua sekolah distrik yang berada di Arizona dan Texas.

“Tergugat (Pemerintahan Obama) telah berkonspirasi untuk mengubah lingkungan kerja dan pendidikan di berbagai negara (bagian) menjadi laboratorium demi melakukan eksperimen sosial besar-besaran, mencemooh proses demokrasi, tanpa mengindahkan kebijakan yang berlandaskan akal sehat,” papar tuntutan yang diajukan tersebut.

Para pimpinan negara bagian serta pihak penggugat juga mengatakan kebijakan tersebut tidak berlandaskan hukum sehingga Pemerintah Obama tidak bisa begitu saja menerapkan perubahan yang mereka sebut radikal tersebut ke AS.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini